Beranda / Kabar Sumbar / Pengadaan Tanah Tuntas,  Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Ditargetkan Tuntas Mei 2028

Pengadaan Tanah Tuntas,  Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik Ditargetkan Tuntas Mei 2028

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah mendengarkan penjelasan teknis dari tim pelaksana saat meninjau langsung progres pembangunan proyek Fly Over Sitinjau Lauik.

PADANG, Sumbarpro – Pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik memasuki babak baru setelah persoalan pengadaan tanah resmi tuntas.

Pekerjaan fisik proyek strategis tersebut kini digenjot secara optimal dengan target penyelesaian konstruksi pada Mei 2028.

Perkembangan proyek tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah pada Kamis (17/9/2026).

Bersama pihak Hutama Karya dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Mahyeldi melihat progres pekerjaan sekaligus mendengarkan paparan teknis terkait tahapan konstruksi di lapangan.

“Alhamdulillah dengan dukungan semua pihak, untuk masalah tanah sudah selesai. Berarti sekarang HPSL selaku pelaksana sudah bergerak untuk pembangunan fisik. Dan sekarang ini progresnya cukup menggembirakan,” kata Mahyeldi.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Tim teknis menerangkan bahwa Jembatan 3 dan Jembatan 4 memiliki desain yang cukup rumit.

Pengerjaan mencakup konstruksi melengkung dengan bentang 180 meter serta konstruksi cable-stayed yang membentang hingga 300 meter.

“Ini suatu hal yang tidak sederhana. Alhamdulillah dari pelaksana dan juga tim yang ahli-ahli, mereka ini luar biasa. Ini suatu kebanggaan juga bagi kita,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan proyek ini adalah sinergi antar-lembaga dan dukungan warga.

Ia mengapresiasi peran Kementerian Pekerjaan Umum, HPSL, Agrinas, DPR RI, pemda, serta masyarakat setempat.

Pengalaman penyelesaian lahan pada proyek ini menjadi bukti pentingnya komunikasi dua arah dengan warga sekitar.

PPK Sitinjau Lauik Risma menjelaskan bahwa proyek ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha.

Melalui skema ini, badan usaha bertanggung jawab pada pembiayaan, pembangunan, hingga pemeliharaan infrastruktur selama masa layanan.

Salah satu fokus penanganan berada di Tikungan Panorama 1 yang terkenal memiliki kemiringan tajam dan radius tikungan sempit.

Kehadiran jembatan layang ini diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan dan mengurai hambatan arus kendaraan.

Tuntasnya pengalihan lahan membuat pengerjaan konstruksi kini dapat berjalan tanpa hambatan berarti.

Penyesuaian jadwal kerja sama juga telah disepakati demi mengejar target penyelesaian pada Mei 2028.

“Dengan tuntasnya pembebasan lahan ini, kami optimis pembangunan akan berjalan lebih optimal. Target kita ini tuntas Mei 2028,” kata Risma.

Fly Over Sitinjau Lauik dirancang untuk menjawab persoalan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan perbukitan tersebut.

Selama ini, jalur tersebut menjadi salah satu titik paling rawan dan menantang bagi kendaraan angkutan logistik.

Dengan koordinasi yang terus dijaga, Fly Over Sitinjau Lauik diyakini dapat memperlancar distribusi barang dan mendukung mobilitas masyarakat di Sumatra Barat. (ak/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690