Beranda / Ragam / Kesehatan / Waspada! Kasus Influenza A Naik, Anak-anak Paling Banyak Terinfeksi

Waspada! Kasus Influenza A Naik, Anak-anak Paling Banyak Terinfeksi

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Pasien anak yang mengalami gejala flu dan demam tinggi di ruang perawatan rumah sakit.

JAKARTA, Sumbarpro – Kasus influenza A ramai dibicarakan di media sosial dalam beberapa pekan terakhir.

Sejumlah warganet membagikan pengalaman anak mereka yang demam tinggi dan gejala mirip Covid-19.

Laporan tentang rumah sakit di daerah yang mulai dipenuhi pasien dengan keluhan serupa juga bermunculan.

Unggahan di Threads oleh akun @lailh__ menyebutkan RS Surabaya hampir semua penuh dengan pasien didominasi influenza tipe A.

Direktur Utama RS Husada Utama Surabaya, Didi D. Dewanto, mengakui ruang anak dan IGD penuh pasien dalam sepekan terakhir.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

“Sampai penuh, tempat saya pediatric ward, ruang anak penuh. IGD sama penuh juga,” ujarnya.

Akibatnya, rumah sakit menambah ruangan dan mengalihkan pasien ke lantai lain.

RS PHC Surabaya melaporkan peningkatan jumlah pasien sekitar 20-30 persen sejak sepekan terakhir.

Namun, Hospital Director RS PHC Surabaya, Rony Kurniawan, menepis kondisi rumah sakit benar-benar penuh seperti yang dinarasikan di media sosial.

RSI Surabaya A. Yani juga melaporkan keluhan batuk dan pilek meningkat.

Influenza A menyerang saluran pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membenarkan adanya kenaikan kasus influenza, tetapi menegaskan situasi masih dalam batas aman.

Data Kemenkes hingga pertengahan September 2026 menunjukkan proporsi hasil pemeriksaan positif influenza mencapai 38 persen. Angka itu naik dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar 22 persen.

Anak usia 0-4 tahun paling banyak terinfeksi.

“Gini, influenza, kita melihat, jadi kita ada yang namanya sentinel checking. Jadi rumah sakit-rumah sakit kita cek apakah ada kenaikan kasus influenza. Nomor satu, memang ada kenaikan kasus influenza. Ya, nomor dua, yang masyarakat mesti tahu influenza itu ada musimnya,” kata Budi usai rapat di DPR, Jakarta, Rabu (16/9).

Ia memastikan belum ada perbedaan besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Nah, kita sekarang belum melihat ada perbedaan yang sangat signifikan kenaikan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Budi menambahkan strain influenza yang beredar saat ini bukan strain berbahaya.

“Jadi, kita monitor terus, kita kasih tahu daerah-daerahnya agar kalau ada kenaikan dikasih tahu ke kita kalau ada yang benar-benar parah kondisinya. Tapi so far masih terkendali,” tegasnya.

Pasien dengan demam atau influenza umumnya dapat ditangani melalui rawat jalan. Rawat inap hanya diperlukan bagi mereka yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, seperti gangguan pernapasan berat.

Sementara, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengungkapkan peningkatan kasus influenza menjelang akhir tahun merupakan pola biasa di Indonesia.

“Trennya sama, menjelang akhir tahun akan naik kasus influenza, tapi bukan lonjakan signifikan,” ujarnya.

Sejumlah faktor berkontribusi terhadap kenaikan itu, antara lain karhutla, erupsi gunung, dan musim kemarau yang memengaruhi kualitas udara dan kesehatan pernapasan.

Menurutnya, hail surveilans Kemenkes menunjukkan kelompok usia 0-4 tahun paling banyak terinfeksi dengan proporsi 33 persen.

Ia mengimbau orang tua lebih waspada terhadap gejala batuk dan demam pada anak.

Gejala yang paling banyak dialami pasien anak usia 2-15 tahun meliputi batuk, pilek, dan demam.

Influenza A umumnya muncul tiba-tiba dengan gejala lebih berat dibandingkan flu biasa.

Gejala khas meliputi demam tinggi yang sering mencapai lebih dari 38-39 derajat Celcius, batuk kering, kelelahan ekstrem, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, sakit tenggorokan, serta pilek.

Pada anak-anak, gejala bisa disertai mual, muntah, atau diare.

Virus influenza menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Risiko penularan lebih tinggi di tempat ramai dan ruang tertutup.

Virus juga dapat menular melalui kontak langsung dengan orang terinfeksi atau benda terkontaminasi.

Kemenkes dan Dinas Kesehatan menganjurkan sejumlah pencegahan. Masyarakat diminta menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, mencuci tangan pakai sabun minimal 20 detik, serta menerapkan etika batuk yang benar.

Selain itu, menjaga imunitas dengan makan makanan bergizi, minum air putih minimal dua liter sehari, dan istirahat cukup.

Vaksinasi influenza tahunan juga dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit penyerta.

Vaksin influenza direkomendasikan untuk semua orang berusia 6 bulan ke atas, termasuk ibu hamil.

WHO merekomendasikan vaksinasi tahunan bagi kelompok berisiko tinggi, termasuk tenaga kesehatan, ibu hamil, lansia, dan orang dengan kondisi medis kronis.

Masyarakat diminta segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas atau napas berat, demam tinggi yang tidak turun lebih dari tiga hari, nyeri dada, kebingungan, atau penurunan kesadaran.

Kemenkes menyatakan tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih dalam kategori rendah. Di 35 rumah sakit sentinel, tidak ditemukan pasien influenza yang dirawat di ICU pada minggu ke-35.

Masyarakat diimbau tetap tenang, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta tidak panik menghadapi peningkatan kasus musiman.

Apa Itu Influenza A?

Influenza memiliki empat tipe, yakni A, B, C, dan D, dengan tipe A dan B sebagai penyebab utama infeksi pada manusia. Subtipe yang umum beredar antara lain A(H1N1) dan A(H3N2).

Istilah super flu yang belakangan ramai merujuk pada influenza A(H3N2) subclade K. Varian itu lebih mudah menular dan sempat menimbulkan gejala lebih berat.

Varian ini pertama terdeteksi pada minggu ke-36 tahun 2025 dan hingga 10 Januari 2026 dilaporkan 74 kasus di 13 provinsi, terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Kementerian Kesehatan menegaskan super flu bukan istilah medis resmi. H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun, bukan virus baru.

Ahli epidemiologi Universitas YARSI, Dicky Budiman, menilai perubahan subtipe dominan merupakan pola normal pada virus influenza. Menurutnya, hal itu menunjukkan pergeseran subtipe antarmusim.

“Ini bukan virus baru dan bukan kejadian luar biasa,” tegasnya. (ak/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690