PADANG, Sumbarpro — Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan lansia di tingkat masyarakat terus dilakukan melalui pemberdayaan kader Posyandu.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) yang digelar akademisi Universitas Mercubaktijaya.
Kegiatan bertema “Pemberdayaan Kader Posyandu ILP melalui Digitalisasi Layanan, Deteksi Dini dan Perawatan Penyakit Degeneratif pada Lansia dengan Asuhan Mandiri Akupresur” dilaksanakan di RW 16, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada Juli-Agustus 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam melakukan pemantauan kesehatan, deteksi dini penyakit degeneratif, edukasi kesehatan, serta pendampingan lansia dan keluarga.
Program ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang promotif dan preventif.

Pengabmas diketuai oleh Ns. Defrima Oka Surya, M.Kep., Sp.Kep.Kom, dengan anggota Ns. Vivi Syofia Sapardi, M.Kep, serta melibatkan tim mahasiswa Windi Azzahra dan mahasiswa lainnya.
Kegiatan tersebut terlaksana dengan dukungan dan pendanaan dari Universitas Mercubaktijaya.
Dalam kegiatan ini, kader mendapatkan pembekalan mengenai deteksi dini penyakit degeneratif pada lansia, pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala, pengenalan faktor risiko, serta langkah tindak lanjut apabila ditemukan masalah kesehatan.
Kader juga diperkenalkan dengan digitalisasi layanan Posyandu untuk membantu pencatatan dan pemantauan data kesehatan lansia secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Selain itu, peserta mendapatkan pelatihan asuhan mandiri akupresur sebagai salah satu pendekatan komplementer dalam mendukung perawatan lansia.
Kader diberikan pengetahuan mengenai prinsip dasar akupresur, lokasi titik, teknik stimulasi, serta aspek keamanan. Materi dilaksanakan melalui edukasi, demonstrasi dan praktik langsung sehingga kader dapat memahami penerapannya secara tepat.
Ketua Tim Pengabmas, Defrima Oka Surya menjelaskan bahwa kader memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan masyarakat.
“Peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat memperkuat peran Posyandu ILP dalam edukasi, pemantauan dan deteksi dini masalah kesehatan lansia. Digitalisasi dan keterampilan akupresur menjadi bagian dari inovasi yang dapat mendukung pelayanan kesehatan berbasis masyarakat,” ujarnya.
Ketua Kader Posyandu, Dian Rahadiani Pratiwi, menyambut positif kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan keterampilan bagi kader dalam mendampingi lansia, khususnya dalam pemantauan kesehatan, pemanfaatan layanan digital dan pengenalan akupresur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kader Posyandu ILP RW 16 mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara berkelanjutan.
Sinergi antara perguruan tinggi, kader, mahasiswa, masyarakat dan Universitas Mercubaktijaya diharapkan semakin memperkuat pelayanan kesehatan lansia dan mendukung terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, aktif dan berkualitas. (ak/*)



