Beranda / Pendidikan / Dosen Terapi Wicara Mercubaktijaya Latih Keluarga ABK di Rumah MANS

Dosen Terapi Wicara Mercubaktijaya Latih Keluarga ABK di Rumah MANS

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset

PADANG, Sumbarpro – Dosen Program Studi D III Terapi Wicara Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Mercubaktijaya menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Rumah MANS Sumatera Barat sepanjang Agustus hingga September 2026.

Program ini berfokus pada pemberdayaan keluarga guna mengoptimalkan kemampuan komunikasi anak berkebutuhan khusus lewat pendekatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas keluarga untuk mendukung perkembangan komunikasi anak berkebutuhan khusus di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ilham Akerda Edyyul, M.Pd., A.Md.Kes. selaku Ketua Tim Pengabdian, bersama tim dosen Program Studi D III Terapi Wicara.

Tim memberikan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada keluarga agar mampu menerapkan strategi stimulasi komunikasi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak dalam aktivitas sehari-hari.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Ketua Tim Pengabdian, Ilham Akerda Edyyul, menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan intervensi komunikasi anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, terapi dan stimulasi komunikasi tidak hanya dilakukan di ruang terapi. Keluarga memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang mendukung karena interaksi bersama anak berlangsung setiap hari.

“Melalui pemberdayaan ini, kami berharap keluarga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memberikan stimulasi komunikasi secara konsisten di rumah,” ungkap Ilham.

Dijelaskannya, program ini menggunakan pendekatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dengan menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam proses pendampingan anak.

Melalui pendekatan tersebut, keluarga tidak hanya berperan sebagai penerima layanan, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam merencanakan, melaksanakan, dan mempertahankan stimulasi komunikasi anak.

Tim dosen Terapi Wicara memperagakan penggunaan media gambar (flashcard) untuk melatih fokus dan kemampuan interaksi komunikasi anak.

Tim dosen Terapi Wicara memperagakan penggunaan media gambar (flashcard) untuk melatih fokus dan kemampuan interaksi komunikasi anak.

Dalam kegiatan, keluarga diperkenalkan dengan berbagai strategi komunikasi yang dapat diterapkan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti waiting time, modeling, expansion, pemberian pilihan komunikasi, penggunaan bahasa yang sederhana dan jelas, serta penciptaan kesempatan komunikasi secara alami.

Strategi tersebut dapat diterapkan dalam berbagai rutinitas anak, seperti saat makan, bermain, belajar, berpakaian, maupun melakukan aktivitas bersama keluarga.

“Dengan demikian, proses stimulasi komunikasi dapat berlangsung secara alami tanpa harus selalu menggunakan aktivitas terapi formal,” ulasnya.

Selain memberikan materi, tim pengabdian juga melakukan praktik dan pendampingan agar keluarga dapat memahami cara menerapkan strategi komunikasi secara tepat.

Keluarga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan strategi tersebut dan mendapatkan umpan balik dari tim dosen Terapi Wicara.

Tim dosen Prodi D III Terapi Wicara Universitas Mercubaktijaya berfoto bersama para pengurus, orang tua, dan anak-anak berkebutuhan khusus di Rumah MANS Sumatera Barat.

Tim dosen Prodi D III Terapi Wicara Universitas Mercubaktijaya berfoto bersama para pengurus, orang tua, dan anak-anak berkebutuhan khusus di Rumah MANS Sumatera Barat.

Kerja sama dengan Rumah MANS Sumatera Barat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap anak berkebutuhan khusus sekaligus meningkatkan kapasitas keluarga sebagai lingkungan komunikasi utama bagi anak.

Melalui kegiatan ini, keluarga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam memberikan stimulasi komunikasi dan menerapkannya secara berkelanjutan di rumah.

Dampak yang diharapkan tidak hanya berupa peningkatan kemampuan komunikasi anak, tetapi juga meningkatnya kepercayaan diri dan kemampuan keluarga dalam mendampingi proses perkembangan anak.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen Program Studi D III Terapi Wicara, Fakultas Kesehatan dan Sains, Universitas Mercubaktijaya dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat di bidang terapi wicara dan komunikasi anak berkebutuhan khusus.

Dengan adanya kolaborasi bersama Rumah MANS Sumatera Barat, program ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pemberdayaan keluarga berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung komunikasi, interaksi sosial, partisipasi, dan kemandirian anak berkebutuhan khusus. (edt/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690