Beranda / Kanal / Internasional / Tentara Bayaran Rusia Diduga WNI Tertangkap di Ukraina, Balas Budi Setelah Dirawat dengan Pijat Cimande

Tentara Bayaran Rusia Diduga WNI Tertangkap di Ukraina, Balas Budi Setelah Dirawat dengan Pijat Cimande

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Viral video WNI diduga tentara bayaran Rusia tertangkap Batalyon 225 Ukraina. Usai dirawat dan diberi makan, ia membalas budi dengan memijat prajurit khas Cimande.

KIEV, Sumbarpro — Sebuah video yang kini viral di media sosial menunjukkan momen tak biasa saat seorang tentara bayaran Rusia yang diduga kuat berkewarganegaraan Indonesia (WNI) ditangkap oleh pasukan Ukraina.

Setelah mendapatkan perawatan atas luka-lukanya, pria tersebut terlihat membalas budi dengan memijat salah satu prajurit Ukraina menggunakan teknik pijat tradisional khas Cimande.

Insiden ini bermula ketika pasukan dari 225th Separate Assault Regiment Ukraina berhasil menangkap seorang pria berseragam militer Rusia dalam kondisi terluka.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @garis.depann, prajurit Ukraina menjelaskan bahwa tawanan tersebut telah diberikan perban, makanan, dan minuman.

“Kami menangkap seorang tawanan. Dia terluka dan sudah diperban. Posisi kami kini sudah mengamankannya, sudah diberi makan dan minum,” ucap seorang prajurit Ukraina.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Yang menarik, tentara bayaran tersebut sama sekali tidak bisa berbahasa Ukraina atau Rusia, dan hanya merespons menggunakan bahasa Indonesia.

Interogasi pun dilakukan dengan bantuan aplikasi penerjemah di ponsel.

Dalam pengakuannya, pria tersebut mengaku tidak pernah berniat menjadi tentara dan menjadi korban pemaksaan.

Ia awalnya mendaftar pekerjaan sebagai petugas kebersihan (cleaning service) di Rusia sebelum akhirnya dipaksa ke garis depan.

“Kami tidak mau jadi tentara Rusia, Pak,” ujarnya dalam rekaman.

Ia bahkan memohon agar dipindahkan ke pihak imigrasi atau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

“Karena aku kemarin pas bekerja di cleaning service, kami diambil, kami dipaksa (ditangkap). Kami tidak tahu dibawa ke mana. Jadi kami memutuskan mencari tentara Ukraina agar membawa kami ke Imigrasi Ukraina atau ke Kedutaan Besar Indonesia,” terangnya.

Pria tersebut juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak sendirian, melainkan bersama satu rekannya sesama WNI yang kini telah terpisah dan diduga telah meninggal.

“WNI di kelompok kami hanya ada dua orang. Saya bersama teman saya, tapi kami dipisahkan. Mungkin dia sudah meninggal,” ungkapnya dengan nada pilu.

Setelah kondisinya dinyatakan membaik dan lukanya dirawat, tawanan tersebut menunjukkan rasa terima kasihnya dengan cara yang unik.

Ia memijat salah satu prajurit Ukraina yang telah menyelamatkannya, menggunakan teknik pijat Cimande yang merupakan pengobatan tradisional khas Indonesia.

Pijat Cimande sendiri telah dikenal luas sebagai metode pengobatan tradisional, terutama untuk patah tulang, yang berasal dari Desa Cimande, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kejadian ini muncul di tengah ramainya pemberitaan tentang delapan WNI yang diduga direkrut menjadi tentara bayaran Rusia.

Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU/FISU) telah merilis daftar identitas kedelapan orang tersebut, yang sebagian besar lahir antara tahun 1978 hingga 1997.

Diketahui, mereka direkrut dengan iming-iming gaji besar dan janji pekerjaan yang tidak berkaitan dengan aktivitas tempur, namun justru ditempatkan di medan perang tanpa pelatihan memadai.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) saat ini tengah memverifikasi informasi terkait delapan WNI yang diduga menjadi tentara bayaran Rusia tersebut. (edt/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690