Beranda / Kabar Sumbar / Kasus Dugaan Keracunan MBG Di Agam, Lima Pasien Dirujuk ke Tiga Rumah Sakit di Bukittinggi

Kasus Dugaan Keracunan MBG Di Agam, Lima Pasien Dirujuk ke Tiga Rumah Sakit di Bukittinggi

Dua kali terjadi kasus keracunan, Sekda Agam desak evaluasi total dapur penyedia MBG

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal bersama Kepala Dinas Kesehatan Hendri Rusdian menjenguk salah seorang siswa korban keracunan makanan MBG yang dirawat di ruangan puskesmas.

AGAM, Sumbarpro – Kasus dugaan keracunan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam terus meluas.

Hingga Kamis (3/9/2026), jumlah korban tercatat melonjak hingga menyentuh angka 276 orang berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan.

Meski sebagian besar korban sudah tertangani dan diperbolehkan pulang, sejumlah pasien masih terus berdatangan ke puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) pada Rabu malam (2/9/2025).

Lima orang korban terpaksa dilarikan ke tiga rumah sakit Bukittinggi guna mendapat perawatan intensif. Ketiga rumah sakit itu adaalah RSUD Bukittinggi, RSUD Achmad Mochtar, dan RST Bukittinggi.

Pasien rujukan tersebut terdiri dari tiga orang siswa dan dua anak balita, di mana salah satunya membutuhkan perawatan khusus di ruang ICU.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, membenarkan adanya kenaikan tajam angka warga terdampak menu MBG produksi dapur SPPG MBG milik Yayasan Affa Adicitta Nagari Pasie Laweh tersebut.

“Total data sementara sebanyak 276 orang, dan lima orang dirujuk ke tiga rumah sakit di Bukittinggi. Kami bersama tim Dinkes Agam siaga penuh. Kita akan terus pantau perkembangan di lapangan,” kata Hendri Rusdian, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, potensi penambahan jumlah korban masih cukup tinggi mengingat masa inkubasi pemicu keracunan umumnya berlangsung 2-3 hari.

Peristiwa ini serupa dengan musibah keracunan makanan di Lubuk Basung pada Oktober 2025 lalu yang menginfeksi 122 orang akibat cemaran bakteri staphylococcus aureus pada sajian nasi goreng dan telur dadar.

Saat itu jumlah korban terus bertambah hingga hari ketiga.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi menegaskan, berulangnya kasus keracunan program MBG menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah.

Petugas telah mengamankan sampel makanan serta sampel muntah korban untuk diperiksa secara komprehensif di laboratorium BBPOM di Padang.

“Ini sudah dua kali. Yang pertama tahun 2025 di Lubuk Basung ada sekitar 120 orang yang terdampak, dan sekarang di Palupuh data terakhir ada 276 orang. Harapan kami, ini menjadi bahan evaluasi Satgas di Agam. Tentunya kita berharap seluruh SPPG betul-betul memperhatikan sistem dan prosedur penyiapan makanan, termasuk pengawasan bahan baku,” kata Muhammad Lutfi.

Insiden dugaan keracunan massal ini telah berlangsung sejak Selasa (1/9/2026) dan berdampak pada sejumlah lembaga pendidikan di Palupuah, mulai dari TK, SD, hingga SMP. Selain siswa dan guru, korban juga meliputi ibu menyusui dan anak balita.

Hampir 2.000 Orang Diduga Keracunan MBG dalam Tiga Hari Terakhir Secara Nasional

Secara nasional hampir 2.000 orang yang sebagian besar anak-anak diduga keracunan setelah menyantap menu MBG sejak Selasa (1/9/2026) hingga Kamis (3/9/2026).

Lokasi kejadian beragam. Mulai dari Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Kabupaten Rembang Jawa Tengah, Kabupaten Agam, hingga Tana Toraja Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, korban terdampak mencapai 730 orang.

Para korban merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam. Mereka diduga keracunan setelah menyantap menu MBG. Selasa (1/9).

Di Kabupaten Agam, sebanyak 276 orang diduga keracunan MBG. Mereka terdiri dari para murid jenjang TK, SD, SMP, hingga guru.

Kemudian di Bener Meriah, Aceh, sebanyak 16 orang terdiri dari 15 siswa SD dan seorang kepala sekolah dilarikan ke Puskesmas Lampahan, lantaran diduga keracunan MBG, Rabu (2/9/2026).

Di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sebanyak 777 murid dan guru SMA Negeri 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah diduga keracunan usai menyantap MBG.

Mereka dilaporkan mulai mengalami gejala mual, muntah nyeri perut dan diare sejak Rabu malam (2/9) hingga Kamis pagi (3/9/2026).

Kemudian di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 152 orang dari dua SMP mengalami gejala keracunan, Kamis (3/9/2026).

Mereka dirawat di tiga rumah sakit di Kota Makale, Tana Toraja. Ratusan murid SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale itu diduga mengalami keracunan seusai mengonsumsi MBG yang dilayani SPPG Batupapan, Rabu (2/9/2026). (edt/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690