Jakarta, Sumbarpro — Nama Bilal Hasan mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial Indonesia.
Petarung mixed martial arts (MMA) kelahiran Hawaii berdarah Sunda ini berhasil mencuri perhatian publik setelah meraih kemenangan spektakuler atas petarung asal Peru, Nilson Rojas, dalam ajang UFC Shanghai yang digelar di Oriental Sports Center pada Sabtu (29/8/2026).
Kemenangan melalui knock out (KO) di awal ronde kedua tersebut tak hanya mengangkat nama Indonesia di kancah MMA dunia, tetapi juga memicu respons luar biasa di media sosial.
Dalam wawancara daring dengan Bola.com pada Kamis (3/9/2026), Bilal mengaku kolom komentar dan direct message (DM) Instagram-nya kebanjiran pesan hingga ia harus dibantu sang pacar untuk mengelolanya.
“Terlalu banyak DM dan komentar yang masuk, Alhamdulillah pacar aku tolong,” ujar Bilal sambil tersenyum.

Pacar Bilal disebutkan berperan penting dalam membalas komentar, menyaring tawaran kolaborasi, dan mengelola konten di akun Instagram pribadinya @billytheindoninja.
Menariknya, dukungan yang datang tak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara termasuk Amerika Serikat.
“Alhamdulillah ada banyak orang Indonesia dukung saya, banyak juga orang Amerika yang mendukung, saya sangat bersyukur,” tandas Bilal.
Momen Ikonik “Aing Still Kasep” dan Simbol Kebanggaan Budaya
Viralnya nama Bilal Hasan di media sosial bukan tanpa sebab. Selain aksi gilanya di atas ring, pesona dan gaya khasnya berhasil merebut hati warganet.
Momen ikonik yang paling menyita perhatian terjadi saat ia mempertahankan sabuk juara CFFC usai meng-KO Brian Hauser.
Dengan bendera Merah Putih terbentang di bahunya, Bilal melontarkan candaan khas bahasa Sunda yang langsung viral: “Indonesia, aing still kasep!“.
Kalimat yang berarti “Saya masih tampan” itu ia sampaikan untuk menyiratkan bahwa meski baru melewati duel keras, wajahnya tetap mulus.
Ungkapan dalam bahasa Sunda ini sontak menjadi simbol keberanian dan kebanggaan budaya di mata publik Indonesia, khususnya warga Jawa Barat yang ramai membanjiri kolom komentar akun Instagram-nya.
Di luar arena, Bilal dikenal sebagai pribadi yang jenaka, karismatik, dan aktif di media sosial, kerap menyapa penggemar di Indonesia dengan campuran bahasa Inggris dan Indonesia.
Misi Membawa Nama Indonesia
Bilal Alakai Hasan, atau yang akrab disapa Bilal Hasan, lahir di Oahu, Hawaii pada 16 Juli 2001 dari kedua orang tua asli Indonesia berdarah Sunda asal Jakarta.
Meskipun tumbuh besar di Amerika Serikat, ia tak pernah malu mengakui akar budayanya.
Perjalanan Bilal ke UFC bermula dari penampilan impresifnya di ajang Dana White’s Contender Series (DWCS) Season 10 di Las Vegas, di mana ia mengalahkan petarung asal India, Mridul Saikia, hanya dalam waktu 45 detik.
Bos UFC, Dana White, yang kesengsem dengan penampilannya langsung memberikan Bilal tiket untuk tampil di UFC.
Dengan rekor profesional sempurna 9-0-0 (9 menang, tanpa kalah), ia menjadi petarung Indonesia kedua yang berhasil mengantongi kontrak resmi di UFC setelah Jeka Saragih.
Setelah kemenangan atas Rojas, Bilal tak lupa menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia.
“Indonesia. Terima kasih buat semua supportnya. … Aku cinta kalian semua,” katanya dalam unggahan video di Instagram.
Ia bahkan menyatakan misinya untuk merebut sabuk juara UFC.
“Kita akan segera merebut sabuk itu, Indonesia,” ujar Bilal Hasan tegas.
Kini, dengan popularitas yang terus melonjak dan jumlah pengikut Instagram yang menembus angka 200 ribu, Bilal Hasan tak lagi sekadar atlet.
Ia telah menjadi simbol kebangkitan MMA Indonesia dan representasi baru kebanggaan tanah air di panggung dunia. (edt/*)



