Sumbarpro – Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu pada masa nifas, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Mercubaktijaya menghadirkan program ‘Suami Peduli Nifas’ sebagai langkah promotif dan preventif yang menekankan pentingnya keterlibatan suami dalam perawatan ibu setelah melahirkan.
Kegiatan yang mendapatkan pendanaan hibah PKM dari Yayasan Mercubaktijaya tahun 2025 ini dilaksanakan di lingkungan masyarakat binaan dengan melibatkan para suami, ibu postpartum, serta kader kesehatan sehingga proses edukasi berlangsung lebih terarah.
Pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Ns. Viki Yusri, M.Kep., dengan mitra pelaksana Pimpinan Praktik Mandiri Bidan (PMB) Netti, Netti Sumarni, S.Keb., Bdn. PMB Netti merupakan salah satu praktik kesehatan yang melayani ibu hamil dan ibu bersalin di Jl. Lapau Manggis, Kelurahan Gunung Sarik, Kota Padang. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak September hingga November 2025.
Program ini dilatarbelakangi tingginya kebutuhan dukungan keluarga, khususnya suami, dalam proses pemulihan ibu pasca persalinan. Banyak ibu yang masih mengalami kelelahan, ketidakstabilan emosi, hingga komplikasi ringan yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini apabila suami memahami tugas dan tanggung jawabnya. Faktor ini menjadi dasar pentingnya edukasi terstruktur kepada pasangan.
Melalui sesi edukasi langsung, demonstrasi, dan diskusi interaktif, tim pengabdian memberikan materi mengenai tanda bahaya masa nifas, cara merawat luka, dukungan nutrisi, manajemen stres, hingga teknik early bonding antara ayah, ibu, dan bayi.
Para suami juga dibekali pengetahuan terkait deteksi dini komplikasi serta langkah pertolongan pertama sebelum mencari bantuan tenaga kesehatan. Pendekatan ini diharapkan memperkuat kemampuan keluarga dalam melakukan perawatan awal di rumah.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dan banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi penyampaian materi. Para suami mengaku baru memahami bahwa peran mereka tidak hanya sebatas pencari nafkah, tetapi juga pendamping utama dalam menjaga kesehatan fisik maupun emosional ibu di masa pemulihan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi memiliki dampak positif terhadap perubahan perspektif pasangan.
Ketua tim pengabdian, Ns. Viki Yusri, M. Kep, menegaskan bahwa keterlibatan suami pada masa nifas terbukti mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu, mencegah depresi postpartum, serta memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.
Melalui program ini, para suami diharapkan lebih siap, lebih peka, dan lebih aktif dalam mendampingi pasangan di rumah selama masa pemulihan.
Kegiatan ‘Suami Peduli Nifas’ turut menegaskan bahwa keberhasilan perawatan ibu pasca melahirkan bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi juga tanggung jawab seluruh anggota keluarga, terutama suami. Dengan keterlibatan yang lebih besar dari pasangan, proses pemulihan ibu dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (ak)

















