Beranda / Ragam / Kesehatan / CakoASI.id, Cakram Digital Inovasi Dosen Universitas Mercubaktijaya yang Bikin Ibu Menyusui Lebih Percaya Diri

CakoASI.id, Cakram Digital Inovasi Dosen Universitas Mercubaktijaya yang Bikin Ibu Menyusui Lebih Percaya Diri

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Tim dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Mercubaktijaya berfoto bersama ibu menyusui, kader, dan warga dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di RW 05, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Padang, Sumbarpro — Sebuah cakram terapi komplementer digital yang bisa diputar di layar ponsel menjadi cara baru ibu menyusui di RW 05, Kelurahan Andalas, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, mengatasi keluhan menyusui.

Inovasi itu bernama cakoASI.id. Aplikasi berbasis android ini diperkenalkan tim dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Kesehatan dan Sains Universitas Mercubaktijaya (UMCB) lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Latar belakangnya, cakupan ASI eksklusif di RW 05 pada 2024 hanya sekitar 20,1%, terendah di wilayah kerja Puskesmas Andalas, sementara prevalensi stunting masih di kisaran 25%.

Program yang mengusung tema “Pemberdayaan Ibu Menyusui dalam Mengatasi Masalah Laktasi melalui Terapi Komplementer Berbasis Teknologi Digital ‘cakoASI.id’” ini diketuai Ns. Rini Rahmayanti, M.Kep, Sp.Kep.Mat., didampingi anggota tim Ns. Fitri Wahyuni S, M.Kep, Sp.Kep.An., Hadigufri Triha, MT., serta sejumlah mahasiswa.

Rini menjelaskan, kegiatan ini berangkat dari data tahun 2024 yang menunjukkan Kelurahan Andalas memiliki cakupan ASI eksklusif terendah di wilayah kerja Puskesmas Andalas, yakni hanya sekitar 20,1% di RW 05, dengan prevalensi stunting yang masih cukup tinggi di kisaran 25%.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Menurut Rini, sebagian besar ibu menyusui di wilayah itu kerap menghadapi kendala laktasi seperti bendungan ASI, puting lecet, hingga kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan rasa percaya diri atau self-efficacy.

Selama ini edukasi yang diberikan masih konvensional sehingga kurang menarik.

Sebagai solusi, tim UMCB memperkenalkan inovasi teknologi digital berbasis aplikasi android bernama cakoASI.id.

Aplikasi ini dirancang interaktif dan dilengkapi fitur unggulan berupa Cakram Terapi Komplementer digital yang bisa diputar untuk membantu ibu menentukan solusi atas keluhan menyusui yang dialami.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga Agustus 2026 ini dikemas dalam beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi bersama pihak kecamatan, kelurahan, dan kader Puskesmas Andalas, hingga penyuluhan interaktif.

Para peserta yang merupakan kelompok ibu menyusui diberikan edukasi konsep ASI dan penanganan masalah laktasi, pelatihan serta demonstrasi langsung tindakan terapi komplementer mandiri seperti pijat oksitosin, kompres hangat, dan teknik relaksasi, serta bimbingan teknis penggunaan aplikasi cakoASI.id.

Program pemberdayaan ini mendapat sambutan antusias dari warga.

Berdasarkan hasil evaluasi melalui pengisian kuesioner Breastfeeding Self-Efficacy Scale Short Form (BSE-SF) sebelum dan sesudah intervensi, terbukti terjadi peningkatan yang signifikan pada keyakinan diri ibu dalam memberikan ASI.

Nilai rata-rata self-efficacy peserta meningkat dari 41 menjadi 59,8 dengan nilai p-value 0,000, yang menunjukkan efektivitas tinggi dari penerapan metode ini.

Melalui program ini, Universitas Mercubaktijaya berharap para ibu menyusui dan kader kesehatan setempat dapat terus memanfaatkan teknologi digital cakoASI.id secara mandiri dan berkelanjutan.

Hal ini tidak hanya memperkuat kemandirian keluarga dalam merawat kesehatan ibu dan bayi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kota Padang. (ak/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690