PADANG, Sumbarpro – SMP Islam Terpadu Sabbihisma Padang menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Rabu (16/9/2026).
Sekolah yang berlokasi di Jalan Anak Air Ujung Nomor 60, Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang ini menjadi satu-satunya SMP Islam Terpadu yang dipercaya melaksanakan program Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) di Kota Padang.
Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi terhadap Sekolah Model Implementasi PM dan KKA Tahun 2026.
Dari 25 sekolah model di Sumatera Barat, SMP IT Sabbihisma menyandang status istimewa sebagai satu-satunya sekolah yang melaksanakan program tersebut di Kota Padang.
Tim Monev yang hadir terdiri dari Nikensari dan Didda Aisyah Maulida dari Kemendikdasmen. Keduanya diterima langsung oleh jajaran pimpinan dan guru SMP IT Sabbihisma.

Tim dari Dinas Pendidikan Kota Padang turut mendampingi, bersama Frina Retna Putri selaku pengawas binaan sekolah.
Agenda utama Monev meliputi observasi kelas dan wawancara mendalam dengan para guru pengampu program. Ustadz Zul selaku Guru Koding dan AI di SMP IT Sabbihisma menjadi salah satu narasumber utama yang diobservasi langsung oleh Nikensari.
Observasi ini bertujuan melihat secara langsung implementasi pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial berjalan di ruang kelas, termasuk metode pengajaran, keterlibatan siswa, serta pemanfaatan perangkat digital.
Selain observasi, tim Monev juga melakukan wawancara dengan Guru KKA, Zulkarnen, dan Guru Pembelajaran Mendalam, Yulia Ardinan.
Wawancara ini menggali pengalaman para guru dalam menerapkan pendekatan PM dan KKA, tantangan yang dihadapi, serta capaian yang telah diraih selama masa implementasi.
Menjelang Monev, SMP IT Sabbihisma telah menyiapkan berbagai dokumen dan portofolio sebagai bukti pelaksanaan program.
Dokumen perencanaan yang disiapkan meliputi Modul Ajar, RPS, dan RPP yang memuat materi Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial. Dokumen ini menjadi bukti bahwa kedua pendekatan tersebut telah terintegrasi secara sistematis dalam kurikulum sekolah.
Sekolah juga mengumpulkan sampel hasil proyek koding, program AI sederhana, serta portofolio siswa selama pembelajaran. Karya-karya ini menjadi bukti konkret bahwa siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga mampu memproduksi karya digital yang bermakna.
Penunjukan SMP IT Sabbihisma sebagai Sekolah Model PM dan KKA bukan tanpa alasan. Sekolah ini telah menunjukkan komitmen kuat terhadap transformasi digital.
Bahkan, pada Selasa lalu (8/9/2026), sekolah ini baru saja meluncurkan program ‘Menuju Sekolah Digital’ hasil kolaborasi dengan platform pembelajaran digital asal Jepang, LoiLoNote.
Kepala SMP IT Sabbihisma Zulherma selaku Pelaksana Harian Perguruan Sabbihisma menegaskan harapannya terhadap program Sekolah Model PM dan KKA. Ia menyatakan tujuan akhir dari seluruh upaya ini adalah percepatan pembelajaran yang berujung pada literasi digital siswa.
“Kita harapkan nanti terjadi percepatan pembelajaran dan akhirnya anak didik melek digital,” ujarnya.
Program Sekolah Model PM dan KKA merupakan kebijakan Kemendikdasmen yang mulai diterapkan secara nasional pada Tahun Pelajaran 2026–2027. Program ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 126/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Nomor 127/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Menurutnya, SMP IT Sabbihisma, sebagai bagian dari 25 sekolah model di Sumatera Barat, siap memikul tanggung jawab untuk memastikan transformasi pendidikan berbasis teknologi dan pembelajaran mendalam melalui pendampingan kepada SMP negeri maupun swasta lain yang ingin menerapkan konsep serupa. (ak/*)



