Beranda / Kanal / Nasional / Presiden Prabowo Targetkan Bentuk 750 Batalyon Baru hingga 2029

Presiden Prabowo Targetkan Bentuk 750 Batalyon Baru hingga 2029

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Presiden Prabowo melakukan pemeriksaan pasukan. Prabowo menyatakan masih ada lebih dari 360 kabupaten yang belum memiliki kehadiran satuan TNI.

Jakarta, SumbarproPresiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Dalam program Presiden Prabowo Menjawab yang dikutip Kamis (17/9/2026), Kepala Negara menyoroti ketimpangan antara jumlah batalyon TNI yang ada dengan jumlah kabupaten di Indonesia.

Dengan asumsi satu batalyon ditempatkan di setiap kabupaten, Prabowo menyatakan masih ada lebih dari 360 kabupaten yang belum memiliki kehadiran satuan TNI.

Prabowo menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia yang sangat luas menjadi alasan utama mengapa penambahan kekuatan TNI tidak bisa ditawar lagi.

“Negara kita ini besar sekali. Kita punya 514 kabupaten, dan kabupaten itu besar. Bukan kabupaten yang kecil-kecil, kabupaten itu besar,” ujar Prabowo.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Menurutnya, keterbatasan kehadiran aparat di sejumlah wilayah turut berkaitan dengan persoalan pengawasan atas kekayaan alam Indonesia.

Ia menyebut praktik illegal logging, illegal mining, dan kebun-kebun liar yang selama puluhan tahun terjadi karena lemahnya pengawasan di daerah-daerah yang jauh dari jangkauan aparat.

“Padahal di situ ada kekayaan kita. Karena itulah, selama sekian puluh tahun, terjadilah illegal logging, illegal mining, kebun-kebun liar,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti anggaran pertahanan Indonesia yang masih sangat kecil dibandingkan negara tetangga.

Anggaran pertahanan RI berada di bawah 2 persen dari PDB, sementara Singapura mengalokasikan lebih dari 3 persen PDB untuk pertahanan.

Akumulasi Penambahan Batalyon dan Komando Sejak Prabowo Menjabat

Sejak menjabat sebagai Presiden pada Oktober 2024, Prabowo telah melakukan ekspansi struktur TNI yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berikut adalah akumulasi penambahan satuan dan komando TNI hingga September 2026:

1. Peresmian 162 Satuan Baru (10 Agustus 2025)

Pada 10 Agustus 2025, Prabowo meresmikan 162 satuan baru di lingkungan TNI dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Pusdikpassus Batujajar, Bandung Barat.

Peresmian ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 tentang Susunan Organisasi TNI.

Rincian 162 satuan baru tersebut adalah sebagai berikut:

  • Komando Daerah Militer (Kodam): 6
  • Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral): 14
  • Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau): 3
  • Komando Operasi Udara:1
  • Grup Komando Pasukan Khusus: 6
  • Brigade Teritorial Pembangunan: 20
  • Brigade Infanteri Marinir: 1
  • Resimen Korps Pasukan Gerak Cepat: 1
  • Batalyon Teritorial Pembangunan: 100
  • Batalyon Infanteri Marinir: 5
  • Batalyon Komando Korps Pasukan Gerak Cepat: 5

Dengan penambahan 6 Kodam baru, total Kodam di seluruh Indonesia kini mencapai 21 Kodam, tersebar di 38 provinsi.

Keenam Kodam baru tersebut meliputi Kodam XIX/Tuanku Tambusai (Riau-Kepulauan Riau), Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (Sumatera Barat-Jambi), Kodam XXI/Radin Inten (Lampung-Bengkulu), Kodam XXII/Tambun Bungai (Kalimantan Tengah-Kalimantan Selatan), Kodam XXIII/Palaka Wira (Sulawesi Tengah-Sulawesi Barat), dan Kodam XXIV/Mandala Trikora (Merauke-Papua Selatan).

2. Pembentukan 150 Batalyon Teritorial Pembangunan (2025)

Pada tahun 2025, Mabes TNI telah membangun sekitar 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) .

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pembangunan kekuatan ini bukan bertujuan untuk ekspansi teritorial, melainkan untuk memastikan keamanan publik dan memberikan dukungan keamanan kepada pemerintah daerah hingga tingkat kabupaten dan provinsi.

“Presiden memerintahkan kita untuk menjaga seluruh kabupaten. Oleh karena itu, kepada Panglima Tentara Nasional Indonesia ditugaskan untuk membangun setiap batalyon menjaga satu kabupaten,” ujar Sjafrie.

3. Penambahan 3 Batalyon untuk Karhutla Kalimantan (Agustus 2026)

Pada 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo memerintahkan penambahan 3 batalyon TNI atau sekitar 1.200 hingga 1.500 personel dari Pulau Jawa untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa penambahan ini diputuskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Presiden Prabowo.

“Tadi di dalam rapat koordinasi masih dibutuhkan tambahan, dan rencananya akan ada pengiriman. Kurang lebih tiga batalyon perbantuan dari Jawa,” kata Prasetyo.

4. Batalyon Kesehatan (November 2025)

Pada 3 November 2025, Presiden Prabowo memerintahkan TNI untuk menambah batalyon-batalyon kesehatan menyusul kedatangan pesawat Airbus A400M.

Prabowo menyebutkan perlunya modul operasi udara dan operasi ambulans udara untuk mendukung kesiapan medis TNI.

Target Jangka Panjang 750 Batalyon hingga 2029

Pemerintah menargetkan pembentukan 750 Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) hingga tahun 2029.

Target ini terdiri atas 593 batalyon teritorial pembangunan serta 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi sesuai keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa setiap tahunnya ditargetkan ada 150 batalyon yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan 514 kabupaten di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2026, seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa ditargetkan sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.

“Kita targetkan setiap tahun 150 batalyon untuk memenuhi 514 kabupaten. Insyaallah di tahun 2026 seluruh kabupaten di wilayah Jawa sudah dikawal oleh satu Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan,” kata Sjafrie.

Komposisi Batalyon Teritorial Pembangunan

Batalyon Teritorial Pembangunan memiliki komposisi yang berbeda dari batalyon tempur biasa.

Sjafrie menjelaskan bahwa batalyon ini terdiri dari beberapa kompi dengan spesialisasi masing-masing, di antaranya kompi pertanian, kompi peternakan, kompi kesehatan, dan kompi zeni.

“Di batalyon ini memang intinya adalah batalyon pertempuran, tapi dia dilengkapi dengan TP. TP itu singkatan dari Teritorial Pembangunan,” katanya.

Kehadiran batalyon ini diklaim berdampak positif terhadap kondisi sosial-ekonomi daerah.

Sjafrie mencontohkan penurunan tingkat kriminalitas di sejumlah daerah setelah batalyon tersebut ditempatkan.

“Tadinya di kabupaten itu tidak ada pasukan. Apa yang terjadi? Begal, kriminal, itu besar sekali. Tapi setelah kita berada di situ, membuat pangkalan, dan pangkalan itu sudah jadi, dengan latihan, kemampuan dan sebagainya. Ini begal kriminal di situ yang tadinya minus sekian persen, sekarang menjadi plus sekian persen kriminalnya hilang, sudah di atas 50 persen,” ujarnya.

Dampak Ekonomi dan Kebutuhan Lahan

Penambahan batalyon juga membawa dampak ekonomi langsung bagi daerah. Sjafrie menjelaskan bahwa gaji terendah seorang prajurit mencapai Rp6 juta per bulan.

Jika dalam satu batalyon terdapat seribu personel dan masing-masing membelanjakan Rp1 juta per bulan di daerah, maka akan ada Rp1 miliar yang berputar di desa dan kecamatan tempat batalyon itu berada.

Untuk mendukung pembangunan 500 batalyon, pemerintah telah menyiapkan lahan di 326 kabupaten.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo meminta setiap batalyon TNI AD memiliki lahan produktif setidaknya 500 hektar.

Apabila satu batalyon memiliki tanah 500 hektar, maka totalnya mencapai 250.000 hektar untuk 500 batalyon.

Penguatan di Tiga Matra

Penambahan satuan tidak hanya terjadi di TNI Angkatan Darat. TNI Angkatan Laut berencana membentuk 5 Komando Armada (Koarmada) dan 15 Komando Daerah Maritim (Kodaeral), serta meningkatkan modernisasi sarana dan prasarana kapal.

Sementara TNI Angkatan Udara menargetkan pembentukan 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029 serta pengembangan Satuan Antariksa di bawah Kohanudnas.

Selain itu, turut disinggung soal penguatan satuan siber dan nuklir-biologi-kimia (nubika) sebagai respons atas meningkatnya ancaman non-konvensional.

Dengan akumulasi 162 satuan baru pada Agustus 2025, 150 batalyon teritorial pembangunan pada akhir 2025, serta penambahan 3 batalyon untuk karhutla pada Agustus 2026, pemerintahan Prabowo telah mengubah lanskap organisasi TNI secara signifikan.

Target 750 batalyon hingga 2029 menjadi salah satu ekspansi militer terbesar dalam sejarah Indonesia modern. (ak/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690