Sumbarpro – KABAR baik datang dari proyek Fly Over Sitinjau Lauik. Persoalan pengadaan lahan yang selama ini menjadi penghambat utama akhirnya tuntas. Pekerjaan fisik kini digenjot secara optimal dengan target penyelesaian konstruksi pada Mei 2028.
Sitinjau Lauik selama ini dikenal sebagai jalur yang menantang. Kemiringan tajam, tikungan sempit, dan jurang di sisi kiri membuat setiap pengendara harus ekstra hati-hati. Jalur ini menjadi langganan kecelakaan.
Truk pengangkut barang sering kesulitan menanjak. Rem blong menjadi momok menakutkan. Banyak nyawa melayang di sana. Karena itu kehadiran fly over ini sangat dinanti.
Proyek ini bukan pekerjaan sederhana. Ada Jembatan 3 dan Jembatan 4 dengan desain rumit. Konstruksi melengkung dengan bentang 180 meter. Ada juga konstruksi cable-stayed yang membentang hingga 300 meter.
Tikungan Panorama 1 yang terkenal tajam menjadi salah satu fokus penanganan. Semua ini butuh keahlian tinggi dan teknologi canggih. Kita patut bangga karena proyek sebesar ini dikerjakan di Sumatera Barat.

Skema pembiayaannya juga menarik. Proyek ini dijalankan melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha. Badan usaha bertanggung jawab mulai dari pembiayaan, pembangunan, hingga pemeliharaan selama masa layanan.
Artinya, risiko tidak sepenuhnya ditanggung negara. Ini model yang baik untuk proyek infrastruktur besar. Tapi tetap harus diawasi ketat. Jangan sampai kualitas dikorbankan demi mengejar keuntungan.
Kunci keberhasilan proyek ini adalah sinergi antar lembaga. Kementerian Pekerjaan Umum, Hutama Karya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus bekerja sama. Penyelesaian lahan yang lancar menjadi bukti pentingnya komunikasi dua arah dengan warga. Pendekatan humanis kepada masyarakat terbukti lebih efektif daripada paksaan. Semoga pola ini terus dijaga sampai proyek selesai.
Kita berharap pembangunan berjalan sesuai jadwal. Jangan sampai ada keterlambatan yang tidak perlu. Jangan sampai proyek mangkrak di tengah jalan. Pengalaman banyak proyek infrastruktur di daerah menunjukkan bahwa masalah sering muncul bukan di awal, tetapi di tengah dan akhir pekerjaan.
Oleh karena itu, pengawasan harus dilakukan terus-menerus. Kualitas harus menjadi prioritas utama. Keselamatan pengguna jalan adalah taruhan.
Fly Over Sitinjau Lauik bukan sekadar mega-proyek infrastruktur. Jalan layang ini adalah harapan baru bagi transportasi Sumatera Barat. Dengan jalur yang lebih aman dan lancar, distribusi barang akan lebih cepat. Ekonomi daerah akan bergerak. Mobilitas masyarakat akan lebih mudah.
Semua pihak harus mengawal proyek ini sampai tuntas. Jangan biarkan harapan rakyat Sumatera Barat pupus di tengah jalan. *



