Pariaman, Sumbarpro — Dinas Kesehatan Kota Pariaman melakukan penelusuran (tracking) terhadap sekitar 3.000 penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Pasir Pauh.
Langkah ini dilakukan setelah 86 siswa MTsN 1 Kota Pariaman mengalami dugaan keracunan pada Senin (14/9/2026).
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, menjelaskan satu dapur SPPG dapat melayani hingga 3.000 porsi, sementara jumlah siswa MTsN 1 Pariaman sendiri mencapai 838 orang.
“Satu dapur SPBG itu maksimal bisa melayani hingga 3.000 porsi. Sementara di MTsN 1 ada sekitar 600-an siswa. Karena itu, saat ini kami sedang melakukan tracking dan indikasi ke sekolah-sekolah penerima lainnya,” kata Rudy.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyebutkan SPPG tersebut sebelumnya mendistribusikan makanan MBG ke enam sekolah.

Namun, laporan siswa mengalami gejala keracunan sejauh ini hanya ditemukan di MTsN 1 Kota Pariaman.
Diketahui, menu MBG dari SPPG Pasir Pauh dibagikan kepada siswa MTsN 1 Pariaman, Senin (14/9/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar 30 menit kemudian muncul laporan mual, pusing, dan gatal.
Sebanyak 86 siswa MTsN 1 Kota Pariaman terdampak dan saat ini operasional SPPG Pasir Pauh dihentikan sementara. (edt/*)



