Infrastruktur dasar turut mengalami kerusakan parah. Bendungan Aek Koronok Gunung Ledang di Kampung Parit runtuh diterjang banjir. Akibatnya, pasokan air bersih bagi warga setempat terputus total.
Rumah seorang warga bernama Ndek Yoga di kawasan Jembatan Pasar Simpang Tonang juga mengalami kerusakan serius. Teras rumahnya runtuh dan hanyut karena posisi bangunan terlalu dekat dengan bibir sungai. Bangunan tersebut kini dinyatakan tidak aman untuk dihuni.
Personel Polsek Dua Koto Ipda Rido M Simamora bersama jajaran bergerak cepat ke lokasi. Mereka melakukan pengamanan sekaligus membantu evakuasi warga yang terdampak bencana.
Imbauan agar warga tidak mendekati bantaran sungai juga gencar disampaikan petugas. Kapolsek menekankan pentingnya keselamatan jiwa dibandingkan menyelamatkan harta benda saat banjir terjadi.
BPBD Kabupaten Pasaman bersama TNI, Polri, dan Wali Nagari Yoprimadi terus berkoordinasi di lapangan. Asesmen dampak bencana dan pendataan kerugian masih terus dilakukan secara menyeluruh.

Kebutuhan mendesak saat ini berupa sembako dan alat berat untuk pengerukan sungai. Pengerukan diperlukan agar aliran air kembali lancar dan genangan segera surut.
“Warga juga diharapkan menghindari menyeberangi sungai ketika arus deras demi menjaga keselamatan,” imbau Kepala BNPB Pasaman Mardianto.
Masyarakat di wilayah rawan diminta selalu waspada terhadap tanda-tanda kenaikan muka air. (ak/*)



