Tega, Alat Peringatan Dini Bencana pun Ikut Dicuri

Redaksi
A+A-
Reset
Editorial Media Online Sumbarpro

AKSI pencurian komponen alat pendeteksi dini banjir atau Early Warning System di kawasan Batu Busuak, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, berhasil digagalkan. Tim Resmob Polda Sumatera Barat menangkap seorang pelaku berinisial MR, Rabu dinihari (28/10). Dua rekannya berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran.

Ironisnya, aksi itu terjadi tak lama setelah Kota Padang dilanda banjir bandang pada 10 Oktober 2026, saat alat peringatan dini justru sangat dibutuhkan masyarakat.

Para pelaku nekat merusak fasilitas negara dengan cara memotong besi menggunakan mesin gerinda. Mereka mengincar aki dari alat pendeteksi bencana yang telah dipasang kerangkeng besi sebagai pelindung.

Kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada 17 Oktober 2026, aki sirine EWS di kawasan Pasa Lalang, Kuranji, juga hilang dicuri.

Kita mengutuk keras perbuatan ini. Alat peringatan dini bukan barang sembarangan. Alat itu adalah ‘nyawa’ bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Ketika hujan deras turun dan debit air sungai naik, sirine itulah yang memberi tahu warga untuk segera menyelamatkan diri.

Jika alat itu mati karena komponennya dicuri, warga tidak akan mendapat peringatan. Mereka bisa terjebak di rumah saat banjir bandang datang tiba-tiba dan bisa kehilangan nyawa. Pelaku mungkin hanya berpikir mendapat uang dari menjual aki. Tapi ia telah mempertaruhkan keselamatan ratusan bahkan ribuan orang.

Kita meminta kepolisian untuk segera menangkap dua pelaku yang masih buron. Jangan beri mereka ruang untuk bersembunyi. Ungkap jaringan yang mungkin terlibat. Jika ada penadah yang menampung aki curian, tindak tegas juga.

Karena pencurian ini terjadi berulang kali, berkemungkinan artinya pihak yang menampung atau sindikat yang bermain. Pelaku harus dijerat dengan pasal berlapis. Beri efek jera agar tidak ada lagi yang berani mencuri aset mitigasi bencana.

Warga juga punya peran penting. Jangan cuek dengan keberadaan alat mitigasi di sekitar rumah. Jika melihat orang mencurigakan mendekati sirine, laporkan. Jika mendengar suara pembongkaran di malam hari, cek dan hubungi petugas. Seperti yang dilakukan warga di Batu Busuak sehingga aksi pencurian bisa digagalkan.

Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya tanggung jawab BPBD dan polisi. Kita semua punya kepentingan yang sama karena kita semua ingin selamat dari bencana.

BPBD Kota Padang juga harus melakukan evaluasi menyeluruh. Periksa semua sirine peringatan dini yang terpasang. Pastikan semuanya berfungsi dan aman dari pencurian. Keselamatan warga adalah prioritas.

Jika perlu, bentuk kelompok relawan di setiap kelurahan. Beri mereka pelatihan sederhana dan fasilitasi saluran komunikasi cepat ke BPBD. Dengan begitu, alat EWS bisa dijaga bersama.

Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran. Aset negara adalah milik bersama. Mencurinya sama dengan merampas hak orang banyak. Mencurinya sama dengan mengancam nyawa orang lain.

Bencana bisa datang kapan saja dan kesiapsiagaan adalah satu-satunya kunci untuk selamat. Jangan biarkan ulah segelintir orang merenggut keselamatan kita semua. *

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690