Sumbarpro
AKI penyedia daya listrik sirine Sistem Peringatan Dini Banjir milik BPBD Kota Padang kembali dicuri. Peristiwa itu terjadi di kawasan Pasa Lalang, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Sabtu dinihari (17/10/2026). Aki merek Kijo berkapasitas 12V 100Ah itu raib.
Yang membuat miris, sirine itu baru saja selesai dipasang ulang di kawasan yang sama pada Kamis (15/10/2026) setelah sempat dicuri. Sebelumnya, alat serupa juga digasak pencuri pekan lalu di lokasi berbeda. Artinya, ini bukan kejadian pertama. Ada pola. Ada kelalaian. Ada pihak-pihak yang dengan sengaja mengambil aset negara yang fungsinya sangat vital.
Sirine peringatan dini banjir bukan mainan. Alat itu berarti ‘nyawa’ bagi warga yang tinggal di daerah rawan. Ketika hujan deras turun dan debit air sungai naik, sirine itulah yang memberi tahu warga untuk segera menyelamatkan diri. Jika sirine mati karena akinya dicuri, warga tidak akan mendapat peringatan. Mereka bisa terjebak di rumah saat banjir bandang datang tiba-tiba. Mereka bisa kehilangan nyawa.
Kita tidak bisa membayangkan betapa kejinya perbuatan ini. Pelaku mungkin hanya berpikir mendapat uang dari menjual aki. Tapi ia telah mempertaruhkan keselamatan ratusan bahkan ribuan orang.
Ini bukan sekadar pencurian biasa. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Negara harus hadir dengan hukuman yang setimpal. Jangan biarkan pelaku hanya dijerat pasal ringan. Jika perlu, jerat dengan pasal berlapis. Beri efek jera. Agar tidak ada lagi yang berani mencuri aset mitigasi bencana.
Tapi jangan hanya menyalahkan pelaku. Pemerintah juga harus bertanggung jawab. Kenapa sirine bisa dicuri berulang kali? Berarti sistem keamanannya lemah. Boks panelnya mudah dibongkar. Tidak ada pengawasan. Tidak ada penjagaan.
Padahal alat itu mahal dan fungsinya sangat krusial. Sudah seharusnya pemerintah memasang sistem pengamanan yang lebih baik. Pasang kunci ganda, alarm, sensor gerak, hingga Kamera pengawas. Atau minimal melibatkan warga sekitar untuk ikut mengawasi.
Warga juga punya peran penting. Jangan cuek dengan keberadaan alat mitigasi di sekitar rumah. Jika melihat orang mencurigakan mendekati sirine, laporkan. Jika mendengar suara pembongkaran di malam hari, cek dan hubungi petugas. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya tanggung jawab BPBD dan polisi. Kita semua punya kepentingan yang sama untuk selamat dari bencana.
Polisi harus segera mengusut kasus ini. Tangkap pelakunya. Ungkap jaringan yang mungkin terlibat. Jika ada penadah aki curian, tindak tegas juga. Jangan berhenti di pelaku lapangan. Karena pencurian ini terjadi berulang kali. Artinya ada pasar yang menampung. Ada sindikat yang bermain.
BPBD Kota Padang juga wajib melakukan evaluasi menyeluruh. Periksa semua sirine peringatan dini yang terpasang dan pastikan semuanya aman dari pencurian.
Mari jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran. Aset negara adalah milik bersama. Mencurinya sama dengan mengancam nyawa orang lain. Jangan pernah menganggap remeh karena bencana bisa datang kapan saja. Dan peringatan dini serta kesiapsiagaan adalah kunci untuk selamat. *
