SOLOK, Sumbarpro – Bagi Afilka Hazani (21), dering telepon genggam sang ayah, Agusral (59), di sebuah pondok kosong tak jauh dari lokasi kejadian menjadi petunjuk pertama yang membawa tim SAR menemukan jejak ayahnya.
Agusral adalah korban kedua yang hilang akibat banjir bandang atau galodo yang menerjang Arosuka, Kabupaten Solok.
Warga Kayu Aro, Nagari Batang Barus itu sebelumnya dinyatakan hilang setelah bencana yang terjadi pada Senin (21/9/2026) malam.
Pencarian berlangsung selama empat hari penuh ketegangan. Medan yang berat dan material galodo yang menumpuk membuat tim harus bekerja ekstra hati-hati.
Titik terang mulai muncul pada Kamis (24/9/2026) siang. Anjing pelacak K9 Polda Sumatera Barat menemukan sejumlah barang pribadi milik Agusral di belakang Kantor BKPSDM, Kompleks Perkantoran Bupati Solok.
Barang-barang itu berupa celana panjang katun hitam, dompet, sandal kanan, dan pecahan tutup kepala senter berwarna merah. Dompet tersebut masih berisi KTP, STNK, BPJS, dan sejumlah uang tunai.
Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas menyebut temuan itu sebagai petunjuk penting untuk mempersempit area pencarian. Barang-barang tersebut kemudian diserahkan kepada anak korban, Afilka Hazani, untuk disimpan sementara.
Kisah pilu juga menyelimuti keluarga Agusral. Afilka sempat mendengar telepon genggam sang ayah berdering di sebuah pondok kosong tak jauh dari lokasi kejadian.

Suara dering itu menjadi salah satu petunjuk awal yang membawa tim SAR menemukan jejak Agusral.
Pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah Agusral akhirnya ditemukan dan dievakuasi tak jauh dari lokasi bencana. Penemuan itu mengakhiri pencarian yang panjang, sekaligus menambah duka di rumah keluarga di Kayu Aro.
Sebelumnya, pada Selasa (22/9/2026) siang, tim SAR telah menemukan korban pertama, Daffa Arahman (21), warga Kayu Aro.
Jenazah Daffa ditemukan di aliran Sungai Koto Gaek, sekitar 4,5 kilometer dari titik awal kejadian. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian yang melibatkan warga setempat.
Dengan ditemukannya Agusral, dua korban hilang dalam bencana ini telah ditemukan seluruhnya.
Galodo Arosuka
Galodo yang menerjang Arosuka pada Senin (21/9/2026) malam bukan sekadar banjir bandang biasa.
Bencana ini dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung lama, mengubah aliran sungai menjadi arus deras yang membawa batu-batu besar, kayu gelondongan, dan lumpur.
Kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok menjadi salah satu lokasi terparah. Kantor-kantor dinas diterjang material galodo hingga tembus ke bagian dalam bangunan.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, melaporkan sebanyak 44 rumah warga terdampak, dengan 11 unit mengalami kerusakan berat dan 32 unit rusak ringan.
Bencana ini juga mengakibatkan 10 orang menjadi korban. Selain dua korban meninggal dunia, satu warga mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan. Korban luka berat, Muhamad Nurzern (56), dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai Rp819 miliar, mencakup pembangunan sabo dam, normalisasi sungai, perbaikan rumah warga, lahan pertanian, gedung perkantoran, dan sarana prasarana umum.
Hingga saat ini, proses pemulihan masih terus berlangsung. (edt/*)



