Update Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Belasan Kapal Dikerahkan, Keluarga Masih Berharap

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Personel Kapal Patroli (KP) Hayabusa-3008 Polairud melakukan penyisiran dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang di perairan Selat Sunda. Hingga Minggu (13/9/2026), operasi pencarian telah memasuki hari keenam sejak kedelapan korban hilang kontak pada Senin lalu (7/9/2026).

Operasi melibatkan personel dari Basarnas Banten, Direktorat Operasi dan Direktorat Komunikasi Basarnas, Basarnas Special Group (BSG), TNI, Polri, Lanal Banten, BPBD, BNPB, hingga Dinas Sosial.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bersama Gubernur Banten Andra Soni turut memantau langsung pelaksanaan operasi di lapangan.

Keluarga Harap-Harap Cemas di Posko SAR

Di Posko SAR Lippo Marina Carita, suasana haru menyelimuti keluarga para korban yang terus menanti kabar. Polda Banten melalui tim psikososial memberikan pendampingan kepada keluarga yang masih berada dalam fase denial atau penolakan terhadap situasi yang menimpa orang-orang terkasih mereka.

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, mengatakan bahwa pendampingan dilakukan melalui trauma healing dan dukungan psikososial selama operasi SAR berlangsung.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

“Saat ini, keluarga korban masih berada pada fase denial, sehingga pendampingan psikologis terus dilakukan selama proses operasi pencarian berlangsung,” kata Hengki.

Astrid, istri jurnalis Anadolu Firdaus Wajidi, mengungkapkan bahwa suaminya sempat memastikan terlebih dahulu terkait keamanan perjalanan liputan sebelum berangkat. Ia bahkan mengaku sempat melarang suaminya jika perjalanan tersebut terlalu berisiko.

“Saya bilang kalau riskan dan berisiko tidak usah. Terus dia bilang, ‘saya akan coba tanya-tanya dulu di sekitar sini aman gak untuk nyeberang’,” ujar Astrid.

Ia menyatakan bahwa masih menerima pesan dari suaminya sebelum keberangkatan. Namun, hingga sekarang pesan yang dikirimnya masih belum dibaca oleh Firdaus.

“Terakhir kontak jam dua kurang sebelum berangkat. Sebelum nyeberang, dia masih ngabarin dia persiapan nyeberang. Saya jawab jam 14.38 sudah centang satu sampai sekarang,” ujarnya.

Dengan berat hati, Astrid telah memberitahukan keadaan yang menimpa sang suami kepada ketiga anaknya. “Anak-anak udah tau keadaannya, saya mau gak mau cerita,” katanya.

Sementara itu, Desi, istri pewarta foto ANTARA M Bagus Khoirunnas, mengatakan bahwa suaminya juga sempat mengabari tentang rencana liputan ke Gunung Anak Krakatau. Dengan mata yang masih menyimpan harapan, Desi menyampaikan doanya untuk keselamatan suaminya dan seluruh kru kapal.

“Harapannya, pasti saya pengennya suami saya, teman-temannya, semuanya, kru kapal, bisa ditemukan dengan selamat, sehat, utuh semuanya tanpa kurang apa pun,” katanya penuh haru. (edt/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690