Update Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Belasan Kapal Dikerahkan, Keluarga Masih Berharap

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Personel Kapal Patroli (KP) Hayabusa-3008 Polairud melakukan penyisiran dalam operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang di perairan Selat Sunda. Hingga Minggu (13/9/2026), operasi pencarian telah memasuki hari keenam sejak kedelapan korban hilang kontak pada Senin lalu (7/9/2026).

Dari jalur udara, helikopter HR 3604 serta dua unit drone thermal Basarnas dikerahkan untuk memantau perkembangan situasi dari atas. Namun, penyisiran udara sempat terkendala kondisi jarak pandang yang rendah akibat sisa material vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Temuan Jeriken, Helm, dan Jaket Pelampung

Dalam operasi pencarian selama lima hari sebelumnya, tim SAR berhasil menemukan sejumlah benda di laut. Pada hari kelima, KN SAR Tetuka menemukan satu jerigen minyak berwarna biru di Sektor X.

Selain jerigen, tim SAR juga menemukan satu helm merah, dua jaket pelampung warna oranye, serta satu terpal dan dua botol galon. Jaket pelampung ditemukan di perairan antara Pulau Sertung dan Pulau Rakata.

Namun, Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, memastikan bahwa dua jaket pelampung bertuliskan ‘MILLES.II’ tersebut bukan milik Arupadhatu 1. Benda-benda temuan tersebut telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Nelayan Sempat Melihat Kapal Sebelum Hilang

Di tengah keputusasaan, sejumlah nelayan Carita memberikan kesaksian yang menjadi secercah harapan. Salah seorang nelayan yang juga merupakan adik ipar kapten speedboat Arupadhatu 1, mengaku sempat melihat keberadaan kapal tersebut di wilayah perairan Gunung Anak Krakatau sebelum hilang kontak.

Kesaksian ini sejalan dengan informasi yang diperoleh tim SAR bahwa seorang pemandu yang ikut dalam perjalanan sempat berkomunikasi dengan istrinya sekitar pukul 18.13 WIB, dan menyebutkan bahwa rombongan telah berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Informasi dari nelayan dan warga pesisir dinilai sangat penting untuk mempersempit wilayah pencarian. Pilot helikopter yang terlibat dalam operasi, Kapten PNB Dimas, mengaku telah menelusuri sejumlah koordinat yang diberikan Basarnas, termasuk kawasan dekat Krakatau hingga wilayah yang mengarah ke barat daya.

“Kami sudah telusuri di daerah dekat Krakatau maupun di arah luar ke barat selatan sana,” ujar Dimas. Ia menambahkan bahwa keterbatasan jarak pandang tidak menghentikan upaya pencarian. Helikopter justru diterbangkan pada ketinggian lebih rendah untuk mengamati kemungkinan adanya objek yang berkaitan dengan para korban.

Meskipun belum ada kepastian berapa lama operasi akan berlangsung, tim SAR berkomitmen untuk terus mencari hingga delapan orang tersebut ditemukan.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690