Bupati Agam Tetapkan Status KLB untuk Penanganan Darurat Korban Dugaan Keracunan MBG

Kamis, 2 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Agam Benni Warlis memantau penanganan korban dugaan keracunan siswa usai menyantap menu MBG, Rabu (1/10/2025). (Foto: Diskominfo Agam)

Bupati Agam Benni Warlis memantau penanganan korban dugaan keracunan siswa usai menyantap menu MBG, Rabu (1/10/2025). (Foto: Diskominfo Agam)

Sumbarpro – Buntut dari terus bertambahnya korban keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bupati Agam Beni Warlis menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk wilayah Lubukbasung.

Penetapan status ini menyusul melonjaknya jumlah korban yang dirawat setelah mengonsumsi nasi goreng olahan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampuang Tangah.

Keputusan KLB ini diambil usai Bupati Beni Warlis memimpin rapat darurat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran terkait pada Rabu malam (1/10/2025).

Status KLB akan diberlakukan sampai seluruh korban terdampak keracunan betul-betul pulih dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Baca Juga:  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Bupati Agam menjelaskan, penetapan status KLB ini sesuai ketentuan yang berlaku, yang berarti seluruh hal akan ditangani khusus oleh pemerintah daerah.

Penanganan ini mencakup langkah-langkah darurat, biaya pengobatan gratis bagi warga terdampak, serta penanganan darurat lain.

Beni Warlis mengatakan, para korban menjalani perawatan di empat lokasi terpisah, yaitu Puskesmas Manggopoh, RSUD Lubukbasung, RSIA Rizky Bunda, dan Puskesmas Lubukbasung.

Berdasarkan laporan resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Agam, korban terdiri dari 57 murid, 6 guru, dan 2 orang tua.

Selain itu, terdapat 21 orang lain yang belum melaporkan secara resmi meski diduga ikut terdampak.

Baca Juga:  [BREAKING NEWS] Pusdalops Minta Warga Kota Padang Jauhi Pinggir Sungai 

“Kita akan terus memantau perkembangannya. Mudah-mudahan, korban tidak lagi bertambah,” tegas Beni Warlis.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah puluhan pelajar dari beberapa sekolah dasar di Agam dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah usai menyantap makanan dari program MBG.

Hingga kini, tim medis bersama BPBD dan instansi terkait masih melakukan penanganan, pendataan, serta pemeriksaan terhadap korban.

Berdasarkan penelusuran awal, sumber keracunan diduga berasal dari nasi goreng produksi dapur Sekolah Penggerak Pusat Gizi (SPPG) Kampuang Tangah, Lubuk Basung.

Menu tersebut didistribusikan ke sejumlah sekolah pada hari kejadian. (edt)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pungli di Pantai Sasak
Truk Pengangkut Perabot Masuk Jurang di Kelok Sembilan
Buron Kasus Dugaan Korupsi Pasar Atas Bukittinggi Ditangkap di Tangerang
Sadis! Pria di Pasbar Tusuk Mulut Teman Pakai Samurai 
Lilitan Utang Membawa Petaka, Pasutri Muda Diciduk Polisi karena Mencuri
Jalan Amblas, Jalur Kelok 10 Maninjau Diberlakukan Buka Tutup
Subhanallah! Bayi 3 Bulan Ditemukan Selamat dalam Timbunan Lumpur Galodo, Seluruh Keluarga Tewas dan Hilang
Misterius! Air Sungai di Singgalang Deras di Hulu, Tiba-Tiba Hilang ‘Ditelan Bumi’

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:19 WIB

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pungli di Pantai Sasak

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:53 WIB

Truk Pengangkut Perabot Masuk Jurang di Kelok Sembilan

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:59 WIB

Buron Kasus Dugaan Korupsi Pasar Atas Bukittinggi Ditangkap di Tangerang

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:02 WIB

Sadis! Pria di Pasbar Tusuk Mulut Teman Pakai Samurai 

Minggu, 5 Juli 2026 - 02:56 WIB

Lilitan Utang Membawa Petaka, Pasutri Muda Diciduk Polisi karena Mencuri

Berita Terbaru