Sumbarpro — Sejarah panjang perseteruan dua tetangga Semenanjung Iberia bermula sejak 1921. Dalam kurun waktu lebih dari satu abad, Portugal dan Spanyol sudah berhadapan sebanyak 41 kali di semua ajang.
Catatan sejarah berpihak pada ‘La Furia Roja’ dengan 18 kemenangan, sementara Portugal hanya mampu mencuri 7 kemenangan, dan 16 laga sisanya berakhir imbang.
Khusus di panggung Piala Dunia, memori persaingan keduanya terekam dalam dua momen kontras. Spanyol pernah menjegal Portugal 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2010 sebelum akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Delapan tahun berselang, di Rusia, kedua tim menyajikan salah satu laga fase grup terbaik yang berakhir imbang dengan skor mencolok 3-3.
Tensi rivalitas makin meruncing dalam beberapa tahun terakhir melalui ajang UEFA Nations League. Pada tahun 2022, Spanyol sempat menahan imbang Portugal 1-1 pada Juni, lalu menang tipis 1-0 pada September.
Namun, Portugal berhasil membalasnya dengan cara yang paling manis pada 8 Juni 2025. Di partai final Nations League saat itu, laga sengit berakhir imbang 2-2 sebelum akhirnya ‘Seleccao Das Quinas’ membungkam Spanyol lewat adu penalti dengan skor 5-3.
Kini, takdir kembali mempertemukan keduanya di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Duel dua negara bertetangga bertajuk Derbi Iberia ini bakal dipentaskan di AT&T Stadium, Texas, Selasa dinihari (7/7/2026), pukul 02.00 WIB.
Langkah Spanyol menuju fase ini terhitung mulus. Mereka melenggang setelah melumat Austria tiga gol tanpa balas di babak 32 besar melalui dwigol Mikel Oyarzabal dan sumbangan satu gol dari Pedro Porro. Kemenangan itu mengantarkan juara Eropa 2024 ini menembus fase gugur Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Sebaliknya, Portugal harus memeras keringat lebih dalam untuk lolos. Menghadapi Kroasia, gawang mereka kebobolan lebih dulu dan tertinggal hingga babak kedua. Cristiano Ronaldo kemudian menyamakan kedudukan lewat titik putih, yang menjadi gol penalti pertamanya di fase gugur Piala Dunia.
Drama baru tuntas pada menit keempat masa injury time ketika sundulan Goncalo Ramos mengunci kemenangan tipis 2-1 untuk Portugal.
Menjelang bentrokan ini, angin segar berembus ke ruang ganti kedua tim. Tidak ada satu pun pemain dari kedua kubu yang harus absen karena hukuman kartu atau cedera baru.
Lamine Yamal, penyerang sayap Spanyol berharga pasar 200 juta euro yang sempat dibekap cedera hamstring, dipastikan sudah pulih total dan siap bermain sejak menit awal. Hanya kondisi Nico Williams yang masih memicu tanda tanya karena masih dalam tahap pemulihan cedera kaki.
Dengan kondisi skuad yang relatif komplet, benturan taktik di lapangan diprediksi bakal ekstrem. Luis de la Fuente bakal setia dengan pola 4-3-3 milik Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola dominan dan tekanan tinggi sejak di garis depan.
Pola ini membuat mereka menjadi tim paling agresif dengan rata-rata 9,7 tembakan tepat sasaran per game. Ancaman utama mereka bertumpu pada Mikel Oyarzabal yang sudah mengemas empat gol, kreativitas Yamal di kanan, serta Rodri yang bertindak sebagai konduktor di lini tengah.
Namun, penyakit lama Spanyol yang kerap terlalu asyik menguasai bola bisa menjadi celah mematikan bagi serangan balik lawan.
Roberto Martinez di kubu Portugal membawa penawar untuk meredam agresivitas itu melalui formasi fleksibel 4-2-3-1. Mereka akan mengeksploitasi kecepatan pemain sayap dan overlap agresif dari kedua full-back.
Keseimbangan lini tengah akan dijaga duet Joao Neves dan Vitinha, yang bertugas menyuplai bola ke trio Pedro Neto, Bruno Fernandes, dan Rafael Leao.
Muara dari semua aliran bola itu tetap satu: Cristiano Ronaldo. Di usia 41 tahun, Ronaldo membuktikan ketajamannya belum habis dengan torehan empat gol sepanjang turnamen.
Meski begitu, Martinez punya pekerjaan rumah besar untuk menambal lini belakangnya yang sempat terlihat rapuh dan mudah ditembus saat meladeni Kroasia.
Pada akhirnya , ini bukan sekadar laga perebutan tiket perempat final, melainkan panggung pembuktian dua generasi.
Di satu sisi, ada Ronaldo yang bertarung demi akhir yang megah di Piala Dunia terakhirnya. Di sisi lain, ada Lamine Yamal yang sedang meretas jalan menuju takhta baru sepak bola Eropa.
Catatan Pertemuan
29 Juni 2010 — Piala Dunia 2010 (Babak 16 Besar)
- Spanyol vs Portugal (1-0)
15 Juni 2018 — Piala Dunia 2018 (Fase Grup)
- Portugal vs Spanyol (3-3)
27 September 2022 — UEFA Nations League
- Spanyol vs Portugal (1-0)
02 Juni 2022 — UEFA Nations League
- Spanyol vs Portugal (1-1)
08 Juni 2025 — UEFA Nations League (Final)
- Portugal vs Spanyol (2-2, Portugal menang 5-3 adu penalti)
Perkiraan Susunan Pemain
Portugal (4-2-3-1):
Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Joao Neves, Vitinha; Pedro Neto, Bruno Fernandes, Rafael Leao; Cristiano Ronaldo
Spanyol (4-3-3):
Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Pedri, Rodri, Dani Olmo; Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Alex Baena. (ak/*)

















