PESISIR SELATAN, Sumbarpro — Aksi kekerasan jalanan oleh kelompok remaja kembali terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan. Seorang pemuda berinisial RN (22 tahun) menjadi korban pengeroyokan secara brutal oleh sekelompok remaja di Kampung Luhung, Nagari Pasar Baru, Kecamatan Bayang, pada Minggu (16/8/2026) sekira pukul 02.00 WIB.
Kapolsek Bayang Iptu Budi Saputra menjelaskan, peristiwa nahas itu bermula saat korban bersama rekannya Zakri, hendak pulang menggunakan sepeda motor menuju rumahnya di Lubuk Anau usai menyaksikan balapan di Sago, Kecamatan IV Jurai. Saat melintas di kawasan Simpang Pintu Rimbo, korban diteriaki kata-kata kotor oleh sekelompok remaja yang sedang nongkrong.
Tanpa alasan yang jelas, para pelaku langsung mengejar korban. Setibanya di Kampung Luhung, sepeda motor korban dicegat dan ditarik hingga terjatuh. Korban RN langsung dikeroyok, sementara rekannya Zakri berhasil kabur menyelamatkan diri.
“Saat berusaha melarikan diri ke arah Lubuk Kumpai, korban mendatangi pemuda bernama Bintang yang berada di lokasi. Namun, Bintang pun ikut menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok remaja tersebut,” ujar Iptu Budi Saputra, Rabu (19/8/2026).
Usai menganiaya korban, para pelaku melarikan diri dan meninggalkan korban tergeletak. Rekan korban bernama Febi kemudian datang menolong dan melarikannya ke Puskesmas Pasar Baru. Akibat sabetan senjata tajam dan pukulan, korban mengalami luka robek di kepala belakang dekat telinga kanan, luka robek di kuduk, luka gores di punggung, bahu, perut, serta satu gigi depan bagian atas patah.

Tak terima atas tindak penganiayaan tersebut, korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Bayang. Respon cepat ditunjukkan jajaran kepolisian. Tim Opsnal Satreskrim Polres Pesisir Selatan bersama personel Polsek Bayang bergerak melakukan penelusuran di lapangan.
Kurang dari 24 jam pascakejadian, petugas berhasil mengamankan 13 orang remaja yang diduga berada di lokasi kejadian. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, seluruh remaja yang masih berstatus di bawah umur tersebut dikembalikan ke orang tua masing-masing sembari polisi terus mendalami dan mengidentifikasi eksekutor utama pengeroyokan. (tbn/*)



