Sumbarpro — Perjalanan panjang enam edisi Piala Dunia dalam rentang dua dekade akhirnya berujung duka bagi Cristiano Ronaldo. Di usia 41 tahun, mimpi terbesar sang megabintang untuk mengangkat trofi emas resmi sirna di AT&T Stadium, Arlington, Texas, pada Selasa dinihari (7/7/2026).
Gol dramatis Mikel Merino pada menit ke-90+1 memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Spanyol, sekaligus mengirim Portugal pulang dari babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Begitu peluit panjang ditiup wasit, tangis Ronaldo langsung pecah di tengah lapangan. Laga ini menjadi tarian terakhir yang pahit bagi sang kapten, yang sebelumnya sudah menegaskan bahwa turnamen di Amerika Utara ini akan menjadi panggung penutup karier internasionalnya di Piala Dunia.
Bentrokan bertajuk Derbi Iberia ini sebenarnya sudah menyajikan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Spanyol mendapat peluang emas untuk unggul cepat pada menit ke-8 saat Mikel Oyarzabal lolos dari kawalan dan berhadapan langsung dengan Diogo Costa, namun sepakannya menyamping tipis dari tiang gawang.
Portugal langsung merespons empat menit berselang melalui sepakan Ronaldo dari sudut sempit, yang masih bisa diamankan dengan cekatan oleh Unai Simon.
Momen paling menegangkan bagi Spanyol di babak pertama terjadi pada menit ke-42. Bek kiri Portugal, Nuno Mendes, melepaskan sepakan spekulasi keras dari luar kotak penalti. Bola yang sempat membentur badan pemain bertahan Spanyol itu berubah arah secara ekstrem, namun ‘dewi fortuna’ masih menaungi La Furia Roja setelah bola hanya menerpa mistar gawang.
Petaka bagi Portugal mulai hadir memasuki paruh kedua, tepatnya pada menit ke-55, ketika Nuno Mendes terpaksa ditarik keluar lapangan akibat cedera.
Kehilangan Mendes menjadi titik balik merosotnya kreativitas serangan Seleccao Das Quinas. Aliran bola ke lini depan mendadak macet, membuat Ronaldo frustrasi karena terisolasi dan terus dikawal ketat oleh barisan belakang Spanyol tanpa mendapat suplai matang.
Melihat kebuntuan tersebut, pelatih Spanyol Luis de la Fuente melakukan ‘perjudian’ taktik di menit-menit krusial. Ia memasukkan Ferran Torres pada menit ke-75, disusul masuknya Mikel Merino sepuluh menit kemudian.
Keputusan De la Fuente terbukti jenius dan menjadi pembeda hasil akhir. Pada masa injury time babak kedua, sebuah umpan terobosan cerdik dari Torres berhasil membelah pertahanan Portugal dan mendarat di kaki Merino. Gelandang asal klub Arsenal itu dengan dingin mengeksekusi bola rendah ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau Diogo Costa.
Di sisa waktu yang sangat sempit, Portugal mengerahkan seluruh sisa energi mereka. Bernardo Silva nyaris menjadi penyelamat lewat sundulan terarahnya pada menit ke-97, namun bola masih melambung tipis di atas mistar gawang Unai Simon. Skor 1-0 untuk keunggulan Spanyol bertahan hingga laga usai.
Hasil manis ini mengantarkan Spanyol melaju ke babak perempat final untuk pertama kalinya sejak edisi 2010 silam, tahun di mana mereka akhirnya keluar sebagai juara dunia.
Kemenangan ini juga mengukuhkan rekor fantastis bagi Spanyol sebagai tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mampu menjaga kesucian gawangnya tetap perawan dalam enam laga beruntun, atau setara dengan 10 jam 9 menit tanpa kebobolan.
Sebaliknya, malam di Texas menjadi torehan kelam bagi Ronaldo yang kini tercatat sebagai pemain yang paling sering menelan kekalahan sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni sebanyak delapan kali.
Mantan striker timnas Inggris, Wayne Rooney, menilai kekalahan ini menjadi momentum bagi Portugal untuk membuka lembaran baru yang lepas dari ketergantungan figur CR7.
Menurut Rooney, selama ini banyak pemain berbakat Portugal yang merasa canggung karena bermain di bawah bayang-bayang kebesaran nama Ronaldo, dan kini sudah saatnya generasi baru tampil memimpin tim nasional mereka.
Dengan hasil ini, Spanyol kini tinggal duduk manis menunggu pemenang laga antara tuan rumah Amerika Serikat kontra Belgia untuk dihadapi di babak perempat final.
Sementara bagi Portugal, satu gol di penghujung waktu dari Mikel Merino sudah cukup untuk mengubah segalanya dan menutup paksa era keemasan Cristiano Ronaldo di panggung dunia. (ak/*)

















