REKAM jejak perseteruan antara Kanada dan Maroko di lapangan hijau sudah bergulir sejak pertengahan dekade 1980-an. Sepanjang sejarah, kedua negara telah berhadapan sebanyak empat kali di semua ajang.
Dominasi Singa Atlas sudah terlihat sejak pertemuan perdana mereka dalam laga persahabatan pada Desember 1984, saat Maroko mencukur Kanada dengan skor telak 4-1.
Sepuluh tahun berselang, Oktober 1994, Kanada sempat menahan imbang Maroko 1-1 dalam laga uji coba. Namun, kedigdayaan Maroko kembali terbukti pada Oktober 2016 ketika mereka menggulung Kanada empat gol tanpa balas.
Memori paling segar bagi kedua tim terjadi di fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana Maroko kembali memetik kemenangan tipis 2-1 lewat gol Hakim Ziyech dan Youssef En-Nesyri. Rekor mencatat, Kanada belum pernah sekalipun menang atas Maroko.
Kini, takdir mempertemukan kembali kedua negara di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Langkah Kanada melaju hingga ke titik ini terbilang sangat mengejutkan.
Anak asuh Jesse Marsch memulai kampanye fase grup dengan menahan imbang Bosnia dan Herzegovina 1-1, sebelum akhirnya mengamuk dengan melumat Qatar 6-0 yang tercatat sebagai kemenangan perdana mereka sepanjang sejarah Piala Dunia. Kendati sempat tersandung 1-2 dari Swiss pada laga pamungkas grup, Kanada tetap berhak melenggang ke fase gugur.
Drama bersejarah baru benar-benar tercipta di babak 32 besar saat menghadapi Afrika Selatan. Sebuah gol voli indah dari Stephen Eustaquio pada menit ke-92 mengunci kemenangan tipis 1-0 sekaligus menandai kemenangan knockout pertama dalam sejarah sepak bola Kanada.
Di kubu seberang, Maroko melangkah dengan status yang jauh lebih mentereng. Berada di Grup C yang ketat, mereka sukses mengimbangi Brasil 1-1, menekuk Skotlandia 1-0, dan menghajar Haiti 4-2 untuk mengamankan posisi runner-up grup.
Ketangguhan mental Maroko diuji secara ekstrem di babak 32 besar saat meladeni Belanda. Sempat tertinggal hingga menit-menit akhir, sundulan dramatis Issa Diop pada menit ke-91 menyelamatkan wajah Maroko dan memaksa laga berlanjut hingga babak adu penalti, yang akhirnya dimenangi Singa Atlas dengan skor 3-2.
Pertarungan perebutan tiket perempat final ini akan dihelat di NRG Stadium, Houston, pada Minggu (5/7) pukul 00.00 WIB.
Kanada memiliki modal non-teknis berupa kebugaran pemain yang lebih segar lantaran Maroko baru saja menguras tenaga hingga 120 menit saat menyingkirkan Belanda.
Dari segi komposisi pemain, Kanada dipastikan kehilangan gelandang Ismael Kone yang dibekap cedera parah sejak laga kontra Qatar. Meski demikian, Marsch tidak memiliki kendala skorsing pemain lain.
Kabar paling melegakan adalah kesiapan sang kapten Alphonso Davies untuk menyisir sisi kiri lapangan meskipun kondisinya kerap didera tanda tanya akibat rentan cedera.
Jesse Marsch diprediksi akan mempertahankan pakem 4-4-2 yang mengandalkan taktik pressing agresif berintensitas tinggi, yang kini populer dengan istilah Maplepressing.
Strategi ini bertujuan merebut bola sedini mungkin di area pertahanan Maroko untuk melancarkan transisi cepat. Kanada berada di jajaran lima besar tim tertajam turnamen dengan koleksi sembilan gol dan nilai xG mencapai 8,33.
Poros serangan akan bertumpu pada duet maut Jonathan David, penyerang yang mencetak hat-trick pertama Kanada di Piala Dunia, bersama Tani Oluwaseyi.
Kelemahan terbesar Kanada terletak pada minimnya pengalaman di panggung besar serta risiko tingginya lubang di pertahanan andai skema pressing ketat mereka berhasil dilewati lawan.
Maroko di bawah komando Mohamed Ouahbi siap meredam agresivitas tersebut melalui formasi 4-2-3-1 yang mengutamakan penguasaan bola terstruktur, dengan rata-rata 55 persen ball possession sepanjang turnamen.
Meski sudah kehilangan dua pilar utama sejak awal turnamen, yakni bek Nayef Aguerd dan winger Abde Ezzalzouli karena cedera, kedalaman skuad Maroko tetap menakutkan.
Achraf Hakimi akan menjadi motor serangan sekaligus jangkar pertahanan di sisi kanan. Aliran bola di lini tengah akan dikendalikan oleh duet Neil El Aynaoui dan Azzedine Ounahi, yang bertugas menyuplai bola untuk trio kreatif Bilal El Khannouss, Brahim Diaz, dan Ismael Saibari guna memanjakan striker tunggal Ayoub El Kaabi.
Bagi Kanada, menghadapi tim peringkat enam dunia yang disebut pelatih mereka sendiri sebagai tim tanpa celah adalah sebuah impian yang menjadi nyata. Bek Alistair Johnston bahkan menegaskan bahwa duel melawan Goliath seperti Maroko adalah pembuktian yang memang mereka cari.
Sebaliknya bagi Maroko, laga ini wajib dimenangi demi menegaskan bahwa keberhasilan mereka menembus semifinal edisi 2022 bukanlah sebuah kebetulan belaka.
Pemenang dari laga sengit ini sudah ditunggu oleh raksasa Prancis atau Paraguay di babak perempat final.
Maxime Crepeau akan menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Kanada. Kuartet lini belakang bakal dikawal oleh Alistair Johnston, Moise Bombito, Derek Cornelius, dan Richie Laryea.
Lini tengah diisi oleh Tajon Buchanan, Nathan Saliba, Stephen Eustaquio, dan Liam Millar, sementara Jonathan David dan Tani Oluwaseyi akan berduet di lini depan.
Maroko akan turun dengan kekuatan terbaiknya, mengandalkan kiper berpengalaman Yassine Bounou. Benteng pertahanan dipercayakan kepada Noussair Mazraoui, Chadi Riad, Issa Diop, dan Achraf Hakimi.
Sektor gelandang bertahan ditempati oleh Neil El Aynaoui dan Azzedine Ounahi, sedangkan pergerakan lini serang akan digerakkan oleh Bilal El Khannouss, Brahim Diaz, dan Ismael Saibari untuk mendukung penyerang utama Ayoub El Kaabi. (ak/*)

















