Beranda / Peristiwa / Prajurit TNI Asal Pesisir Selatan Gugur di Papua

Prajurit TNI Asal Pesisir Selatan Gugur di Papua

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Prajurit TNI asal Pesisir Selatan, Pratu Rizki Kurniawan, gugur saat kontak tembak dengan OPM di Mimika Papua tepat pada HUT ke-81 RI.

PESISIR SELATAN, Sumbarpro — Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Pesisir Selatan di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Seorang prajurit TNI asal Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Pratu Rizki Kurniawan, gugur saat kontak tembak dengan kelompok TPNPB-OPM di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Prajurit Batalyon Infanteri 133/Yudha Sakti (Yonif 133/YS) Padang tersebut tewas setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.

Selain Pratu Rizki, dua rekannya yakni Pratu Y. Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio turut mengalami luka tembak dan kini menjalani perawatan medis.

Gugurnya putra daerah Pesisir Selatan ini dikonfirmasi langsung oleh Wali Nagari Sungai Gayo Lumpo, Novinol Edi. Pihak nagari mendapat kepastian kabar duka tersebut dari Kodim 0311/Pessel.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

“Kami atas nama nagari mengucapkan belasungkawa. Rizki adalah generasi terbaik. Semoga keluarga bisa tabah dan almarhum ditempatkan di sisi-Nya,” ujar Novinol Edi.

Jenazah Pratu Rizki Kurniawan direncanakan tiba di Sumatera Barat pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Prosesi pemakaman akan dilaksanakan dengan upacara pelepasan secara militer sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum yang gugur dalam tugas.

“Pihak keluarga bersama warga setempat saat ini sudah menyiapkan proses pemakaman Rizki, sambil menunggu kedatangan jenazah dari Papua Tengah,” kata Novinol.

Kronologis

Insiden itu berawal sekitar pukul 07.30 WIT saat kelompok bersenjata bergerak dari arah Lapter Lama menuju Pos Satgas Yonif 133.

Serangan mendadak terjadi sekitar pukul 08.12 WIT dari tiga arah berlawanan menyasar Pos Yonif 133/Yudha Sakti dan Koramil Jila.

Akibat serangan tersebut, tiga personel dari satuan Yonif 133/Yudha Sakti menjadi korban tembakan. Pratu Rizki Kurniawan mengalami luka tembak di bagian kepala dan dinyatakan gugur.

Dua rekannya, Pratu Y. Pasaribu mengalami luka tembak di bagian pinggang, sedangkan Pratu Kiki Febrio mengalami luka tembak di bagian lengan.

Kedua prajurit yang terluka segera mendapatkan penanganan medis, sementara proses evakuasi jenazah Pratu Rizki dilakukan di tengah pengetatan pengamanan di wilayah Distrik Jila.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Tri Purwanto, membenarkan adanya insiden berdarah yang melibatkan personel gabungan di wilayah Mimika tersebut.

Menurutnya, baku tembak dipicu oleh serangan kelompok OPM Kodap III Puncak yang diduga berada di bawah pimpinan Pemne Kogoya.

“Benar telah terjadi kontak tembak di wilayah Jila yang melibatkan aparat keamanan dengan kelompok OPM Pok III Puncak yang diduga dipimpin Pemne Kogoya,” kata Tri Purwanto.

Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak menyampaikan, lokasi pos TNI berdekatan dengan Polsek Jila di area pegunungan yang sulit dijangkau.

“Situasi masih mencekam. Memang lokasinya berdekatan dengan Polsek. Anggota sedang berjaga-jaga di sana,” ujar Alfredo.

Aparat gabungan TNI-Polri saat ini disiagakan ketat untuk mengamankan lokasi dan melakukan pengejaran terhadap kelompok penyerang. (ak/*)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690