Gawat! 70 Persen UMKM Sumbar Belum Punya Izin Usaha, Ini Penjelasan PLUT KUMKM

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala PLUT KUMKM Sumbar, Nico. (Ist.)

Kepala PLUT KUMKM Sumbar, Nico. (Ist.)

Sumbarpro – Sebagian besar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumbar masih belum mengurus izin usaha.

Fakta ini terungkap dari program Mobil Klinik untuk Peningkatan Produktivitas KUMKM (Monik Pro KUMKM) yang digelar Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PLUT KUMKM) Sumbar.

Kepala PLUT KUMKM Sumbar, Nico menyebut, mayoritas UMKM di pedesaan belum memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) maupun izin edar seperti SPPIRT, MD BPOM, PKRT, hingga sertifikat halal.

“Dari evaluasi kami, sekitar 70 persen UMKM di daerah belum memiliki NIB. Banyak yang beralasan lokasi pengurusan izin jauh dari tempat usaha sehingga mereka enggan meninggalkan usaha hanya untuk mengurus perizinan,” kata Nico dalam keterangannya dikutip Minggu (21/9/2025).

Baca Juga:  Kabar Gembira, Sertifikasi Halal Gratis untuk Warung Padang dan Warteg

Melalui Monik Pro KUMKM, PLUT tidak hanya memberikan layanan konsultasi, tetapi juga sosialisasi kebijakan serta fasilitas yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha, termasuk konsultasi hukum.

PLUT KUMKM Sumbar memiliki fungsi strategis, mulai dari pendampingan usaha, konsultan kelembagaan, pemasaran, SDM, produksi, teknologi informasi, pembiayaan, hingga kerjasama.

Selain itu, PLUT juga menyediakan layanan pengemasan produk dengan dukungan anggaran Rp1,4 miliar dari Kementerian Koperasi dan UMKM untuk mesin dan ruang produksi.

Saat ini, kapasitas layanan pengemasan masih terbatas, maksimal 20 kemasan per UMKM.

Namun, biaya layanan belum bisa ditarik untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena belum ada Peraturan Daerah (Perda) retribusi.

Baca Juga:  UMKM Padang Dibekali Pengetahuan HAKI, Langkah Awal Go Global

Di sisi lain, untuk meningkatkan daya saing UMKM, PLUT juga menjalankan program Pluzzy Academy.

Pelatihan ini mencakup produksi, pemasaran, hingga strategi penjualan, termasuk keterampilan digital marketing dan public speaking.

“Dalam satu angkatan, PLUT menerima 50 peserta dari 19 kabupaten/kota di Sumbar. Tahun 2025 sudah ada empat angkatan pembinaan. Angkatan pertama lulus 33 orang, kedua 44 orang, ketiga 36 orang, dan angkatan keempat 41 orang,” jelas Nico.

Selain pembinaan, PLUT juga menjalin kerjasama dengan ritel besar untuk membantu UMKM memperluas pasar.

Dengan dukungan tersebut, produk lokal diharapkan semakin bersaing dan memberi dampak nyata bagi perekonomian daerah. (edt)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kredit Motor? Ini Saran Dosen Ekonomi UIN Mahmud Yunus Batusangkar
Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Senin 13 Oktober 2025: Naik di Semua Denominasi
Inflasi Sumbar September 2025 Capai 4,22 Persen, Sektor Pangan dan Perawatan Pribadi Jadi Pendorong Utama
Tingkat Hunian Hotel di Sumbar Turun Jadi 44,18 Persen, Wisata Melemah?
NTP Sumbar September 2025 Turun, Petani Kian Tertekan
Impor Sumbar Melejit 7,56 Persen, Singapura dan Malaysia Dominasi Pasokan
Ekspor Sumbar Melejit 36 Persen, India Jadi Tujuan Utama Sepanjang 2025
Kereta Api Sumbar Lesu di Penumpang, Namun Angkut Barang Melejit 50 Persen!

Berita Terkait

Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:34 WIB

Kredit Motor? Ini Saran Dosen Ekonomi UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Senin, 13 Oktober 2025 - 08:50 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini, Senin 13 Oktober 2025: Naik di Semua Denominasi

Selasa, 7 Oktober 2025 - 03:53 WIB

Inflasi Sumbar September 2025 Capai 4,22 Persen, Sektor Pangan dan Perawatan Pribadi Jadi Pendorong Utama

Selasa, 7 Oktober 2025 - 03:34 WIB

Tingkat Hunian Hotel di Sumbar Turun Jadi 44,18 Persen, Wisata Melemah?

Selasa, 7 Oktober 2025 - 03:24 WIB

NTP Sumbar September 2025 Turun, Petani Kian Tertekan

Berita Terbaru