Penantian 72 Tahun Swiss Berakhir, Kolombia Tumbang di Adu Penalti

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemain Timnas Swiss merayakan kelolosan ke babak perempatfinal Piala Dunia 2026, usai mengalahkan Kolombia melalui adu penalti di babak 16 besar, Rabu dinihari WIB (8/7/2026). (Ist.)

Pemain Timnas Swiss merayakan kelolosan ke babak perempatfinal Piala Dunia 2026, usai mengalahkan Kolombia melalui adu penalti di babak 16 besar, Rabu dinihari WIB (8/7/2026). (Ist.)

Sumbarpro — Selama 72 tahun, Swiss hanya bisa menjadi penonton di babak perempat final Piala Dunia. Terakhir kali mereka merasakan panggung delapan besar adalah pada 1954. Saat itu televisi masih hitam-putih, Maradona belum lahir, dan Piala Dunia baru digelar untuk kelima kalinya.

Namun mimpi panjang itu akhirnya terwujud di BC Place, Vancouver, Rabu dini hari WIB (8/7/2026).

Swiss mengalahkan Kolombia melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit.

Kini, di perempat final, mereka akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina. Sebuah tantangan terberat yang belum pernah mereka hadapi dalam 72 tahun terakhir.

120 Menit Tanpa Gol

Pertandingan babak 16 besar terakhir turnamen ini berjalan sengit sejak menit awal.

Kolombia yang lebih agresif nyaris unggul di menit ke-21 melalui tembakan melengkung Gustavo Puerta, namun kiper Swiss Gregor Kobel masih sigap menepisnya.

Swiss membalas di menit ke-30 lewat Fabian Rieder dan Dan Ndoye, tetapi kiper Kolombia Camilo Vargas tampil gemilang dengan dua penyelamatan penting.

Hingga turun minum, skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, kedua tim semakin berhati-hati. Kolombia mengancam lewat Luis Diaz di menit ke-60, namun tembakan kaki kirinya terlalu lemah di tangan Kobel.

Baca Juga:  Prediksi Prancis vs Paraguay: Ujian Konsistensi Les Bleus dan Dongeng La Albirroja yang Belum Usai

Tiga menit berselang, percobaan jarak jauh Luis Suarez melenceng dari sasaran.

Di masa injury time, Dan Ndoye mendapat peluang emas di kotak penalti, namun tembakannya melenceng ke sisi kiri gawang.

Skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang waktu normal dibunyikan.

Babak tambahan semakin mendebarkan. Di menit ke-98, sundulan Jhon Lucumi membentur mistar gawang Swiss, nyaris menjadi gol kemenangan Kolombia.

Kolombia kembali mengajukan protes penalti setelah Miro Muheim menjatuhkan Jaminton Campaz di kotak terlarang.

Namun wasit dan VAR memutuskan untuk melanjutkan permainan.

Swiss justru nyaris mencetak gol di menit ke-104 melalui Ruben Vargas, sayang, tembakannya tepat mengarah ke kiper Vargas.

Kesalahan Granit Xhaka di menit akhir nyata membawa petaka, tetapi Campaz melepaskan tembakan yang melambung jauh ke tribun penonton. Laga pun berlanjut ke adu penalti.

Drama Titik Putih

Adu penalti berlangsung dramatis. Juan Fernando Quintero sukses mencetak gol untuk Kolombia, diikuti Granit Xhaka untuk Swiss.

Davinson Sanchez kemudian menjadi pahlawan bagi Swiss setelah tembakannya membentur mistar gawang.

Zeki Amdouni memperbesar keunggulan Swiss menjadi 2-1, namun Manuel Akanji justru melambungkan bola ke atas gawang, menyamakan kedudukan 2-2.

Baca Juga:  Prediksi Portugal vs Spanyol: Pertaruhan Gengsi Dua Generasi dalam Derbi Iberia

Di sinilah Gregor Kobel tampil sebagai pahlawan. Kiper Swiss itu menepis tendangan Cucho Hernandez dengan penyelamatan krusial.

Ruben Vargas kemudian menjadi eksekutor terakhir yang sukses mencetak gol penentu kemenangan Swiss 4-3.

Kemenangan ini mengantarkan Swiss ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1954, sekaligus menjadi satu-satunya pertandingan babak 16 besar yang berlanjut ke extra time dan adu penalti.

Swiss juga menjadi tim dengan pertahanan terbaik turnamen sejauh ini, belum kebobolan dalam empat pertandingan terakhir.

Kini mereka akan menghadapi ujian terbesar: Argentina yang baru saja comeback dramatis 3-2 melawan Mesir.

Bagi Kolombia, kekalahan ini mengakhiri perjalanan impresif mereka. Mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang, namun kegagalan memanfaatkan momen termasuk dua tembakan yang membentur mistar dan satu penalti yang gagal, menjadi biaya mahal yang harus mereka bayar.

Laga Swiss kontra Argentina di perempat final bakal digelar Minggu mendatang (12/7/2026) di Kansas Cita.

Laga ini akan menentukan apakah mimpi 72 tahun ini berlanjut atau berakhir di tangan sang juara bertahan. (ak)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selebrasi ‘Dayung Viking’ Norwegia Mengguncang Panggung Piala Dunia
Ciptakan Rekor demi Rekor, Messi Sang Legenda Abadi di Panggung Piala Dunia
Dari Gagal Penalti Jadi Pahlawan! Messi Bangkit, Argentina Selamat dari Mimpi Buruk Mesir
Perang Sepatu Emas Trio Penyerang ‘Gacor’
Skandal Kartu Merah Balogun Warnai Kekalahan Tuan Rumah, Belgia Pesta Gol ke Gawang ‘Paman Sam’
Akhir Pahit Tarian Terakhir Sang Megabintang
Prediksi Argentina vs Mesir: Adu Magis Messi dan Salah
Prediksi Kolombia vs Swiss: Ambisi ‘Si Pemetik Kopi’ Mengulang Memori Manis Tiga Dekade Silam

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:16 WIB

Penantian 72 Tahun Swiss Berakhir, Kolombia Tumbang di Adu Penalti

Rabu, 8 Juli 2026 - 04:21 WIB

Selebrasi ‘Dayung Viking’ Norwegia Mengguncang Panggung Piala Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 03:18 WIB

Ciptakan Rekor demi Rekor, Messi Sang Legenda Abadi di Panggung Piala Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:46 WIB

Dari Gagal Penalti Jadi Pahlawan! Messi Bangkit, Argentina Selamat dari Mimpi Buruk Mesir

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:51 WIB

Skandal Kartu Merah Balogun Warnai Kekalahan Tuan Rumah, Belgia Pesta Gol ke Gawang ‘Paman Sam’

Berita Terbaru