Selebrasi ‘Dayung Viking’ Norwegia Mengguncang Panggung Piala Dunia

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemain Timnas Norwegia melakukan selebrasi Dayung Viking. (Ist.)

Pemain Timnas Norwegia melakukan selebrasi Dayung Viking. (Ist.)

Sumbarpro — Selebrasi ‘Dayung Viking’ atau ‘Viking Row’ milik tim nasional Norwegia barangkali menjadi salah satu momen paling berkesan yang lahir sepanjang panggung Piala Dunia 2026.

Cara dukung-mendukung yang unik ini memiliki daya tarik luar biasa, hingga dengan cepat menyebar dari tribun stadion ke seluruh penjuru dunia dan menjadi simbol budaya paling ikonik dalam turnamen edisi kali ini.

Meski terlihat seperti sebuah tradisi kuno yang diwariskan turun-temurun, Dayung Viking sebenarnya adalah kreasi modern yang baru dirancang pada tahun 2025.

Ide ini lahir dari kelompok suporter Norwegia bernama Oljeberget yang berarti Gunung Minyak.

Terinspirasi oleh ketenaran ‘Viking Clap’ milik Islandia yang sudah lebih dulu mendunia, para pendukung Norwegia ini ingin menciptakan yel-yel khas mereka sendiri demi mengusung semboyan Alt for Norge yang berarti Segalanya untuk Norwegia.

Sosok di balik gerakan ini adalah seorang suporter fanatik bernama Ole Froystad. Inspirasi itu datang saat ia sedang menonton pertandingan klub lokal, Rosenborg BK.

Kala itu, ia mendengar para suporter meneriakkan nama klub mereka secara kompak, yang jika dipenggal terdengar seperti Ro-Sen-Borg.

Froystad menangkap permainan kata dari suku kata Ro, yang dalam bahasa Norwegia berarti dayung.

Dari sanalah ia menciptakan gerakan mendayung yang memiliki daya pukul visual sangat kuat.

Diiringi irama drum, para suporter akan duduk berdampingan di tanah, mengayunkan tubuh maju-mundur, sambil menggerakkan kedua lengan secara serempak.

Jika dilihat dari ketinggian, ribuan orang berbaju merah di tribun tampak seperti sedang mengayuh satu kapal panjang ala Viking yang menerjang ombak.

Baca Juga:  FIFA dan PSSI Perkuat Standar Keamanan dan Keselamatan Stadion Indonesia dalam Workshop Stadium Safety & Security

Menurut Froystad, gerakan ini melambangkan semangat kebersamaan para lelaki Viking ribuan tahun lalu yang menaikkan layar dan mendayung bersama menuju pantai musuh sebelum bertempur.

Gerakan ini pertama kali dicoba dalam skala kecil pada Maret 2025 saat laga uji coba melawan Swiss.

Setahun berselang, tepatnya pada awal Juni 2026, Dayung Viking menandai debut resminya yang sesungguhnya.

Dalam laga pemanasan melawan Swedia, seluruh suporter Norwegia yang memadati stadion ikut serta memperagakan gerakan tersebut.

Ledakan sesungguhnya terjadi saat putaran final Piala Dunia 2026 bergulir.

Seiring dengan kembalinya Norwegia ke panggung Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun, ditambah penampilan impresif mereka di lapangan, selebrasi ini langsung meledak menjadi fenomena global.

Rekaman video yang memperlihatkan para suporter mendayung di eskalator stasiun kereta bawah tanah Boston menyebar cepat di media sosial.

Gelombang ini terus menjalar, mulai dari kerumunan di Times Square New York hingga halaman gedung Parlemen Norwegia, bahkan ditiru di sekolah-sekolah dan taman kota.

Dayung Viking dengan cepat melampaui ranah sepak bola dan menjelma menjadi simbol pemersatu bangsa.

Para pemain di lapangan pun tidak mau ketinggalan. Ketika Norwegia menang 3-2 atas Senegal dan memastikan diri lolos ke fase gugur, kapten Martin Odegaard langsung bertindak sebagai penabuh drum di tepi lapangan.

Sementara itu, Erling Haaland dan seluruh penggawa timnas duduk di rumput lapangan untuk ikut mendayung bersama suporter.

Haaland bahkan menyebut momen itu sebagai sesuatu yang sangat istimewa bagi seluruh rakyat Norwegia.

Dukungan serupa juga mengalir dari kalangan militer, di mana para prajurit dari angkatan darat, laut, dan udara Norwegia turut merekam video Dayung Viking sebagai bentuk penghormatan kepada tim nasional.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Makin Kuat! Emil Audero Cs Resmi Gabung di Sydney

Puncaknya, setelah Norwegia berhasil menembus babak perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah, lebih dari 100.000 orang membanjiri jalanan kota Oslo untuk berpesta.

Putra Mahkota Haakon bahkan ikut turun ke jalan, mengenakan syal tim nasional, lalu duduk berdampingan dengan rakyat di tangga istana demi memperagakan gerakan mendayung tersebut.

Di tengah popularitasnya yang meroket, selebrasi ini sempat memicu candaan dan sedikit kontroversi dari negara tetangga, Swedia.

Media Norwegia menemukan fakta bahwa band metal asal Swedia, Amon Amarth, sebenarnya sudah sejak tahun 2009 mengajak penonton konser mereka untuk melakukan gerakan mendayung bersama.

Beberapa komentator Swedia pun melontarkan kelakar bahwa mereka harus merebut kembali selebrasi tersebut, meski ada pula warga Swedia yang mengaku akan merasa malu jika tim nasional mereka meniru gerakan itu.

Menariknya, vokalis Amon Amarth justru mengaku bangga karena dirinya masih memiliki darah keturunan Norwegia.

Pada akhirnya, Dayung Viking bukanlah sebuah reka ulang sejarah, melainkan sebuah tafsir modern atas masa lalu.

Lewat gerakan yang sangat sederhana, selebrasi ini berhasil menyatukan nilai-nilai kebersamaan, keberanian, dan kekuatan budaya Viking dengan semangat olahraga.

Bagi Froystad sang pencetus, melihat idenya menyebar ke seluruh penjuru dunia adalah momen paling gila dalam hidupnya.

Apa pun hasil akhir yang diraih Norwegia di turnamen edisi ini, mereka telah mengukir nama dengan sebuah selebrasi penuh makna yang akan terus diingat dalam sejarah Piala Dunia. (ak)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ciptakan Rekor demi Rekor, Messi Sang Legenda Abadi di Panggung Piala Dunia
Dari Gagal Penalti Jadi Pahlawan! Messi Bangkit, Argentina Selamat dari Mimpi Buruk Mesir
Perang Sepatu Emas Trio Penyerang ‘Gacor’
Skandal Kartu Merah Balogun Warnai Kekalahan Tuan Rumah, Belgia Pesta Gol ke Gawang ‘Paman Sam’
Akhir Pahit Tarian Terakhir Sang Megabintang
Prediksi Argentina vs Mesir: Adu Magis Messi dan Salah
Prediksi Kolombia vs Swiss: Ambisi ‘Si Pemetik Kopi’ Mengulang Memori Manis Tiga Dekade Silam
Prediksi Portugal vs Spanyol: Pertaruhan Gengsi Dua Generasi dalam Derbi Iberia

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 04:21 WIB

Selebrasi ‘Dayung Viking’ Norwegia Mengguncang Panggung Piala Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 03:18 WIB

Ciptakan Rekor demi Rekor, Messi Sang Legenda Abadi di Panggung Piala Dunia

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:46 WIB

Dari Gagal Penalti Jadi Pahlawan! Messi Bangkit, Argentina Selamat dari Mimpi Buruk Mesir

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:35 WIB

Perang Sepatu Emas Trio Penyerang ‘Gacor’

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:20 WIB

Akhir Pahit Tarian Terakhir Sang Megabintang

Berita Terbaru

Lionel Messi (Argentina), Kylian Mbappe (Prancis), dan Erling Haaland (Norwegia) bertarung memperebutkan penghargaan sepatu emas sebagai penyerang paling subur dalam gelaran Piala Dunia 2026. (Ist.)

Sepakbola

Perang Sepatu Emas Trio Penyerang ‘Gacor’

Selasa, 7 Jul 2026 - 17:35 WIB