Beranda / Ragam / 70 Peserta Ikuti Kemah Bakti Diklat Pecinta Alam di Lumin Camp

70 Peserta Ikuti Kemah Bakti Diklat Pecinta Alam di Lumin Camp

Afrinaldi
A+A-
Reset

Pemasangan kartu peserta secara simbolis oleh Kadispora Sumbar Mahdianur didampingi Ketua KPA Bias Khalid Syaifulah

PADANG-Puluhan  pemuda dari berbagai kelompok pecinta alam se-Sumatera Barat berkumpul di Bumi Perkemahan Lumin Camp, Koto Tangah,, Jumat (17/7/2026). Mereka mengikuti Kemah Bakti Diklat Pemuda Kader Pecinta Alam II, sebuah ajang pembentukan karakter dan pelatihan kepedulian lingkungan yang berlangsung hingga tanggal 19  Juli mendatang.

 
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar Mahdianur mewakili Wakil Gubernur dan digelar melalui pokok pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman.

Sebanyak 70 peserta dari Siswa Pecinta Alam (Sispala), Kelompok Pecinta Alam (KPA), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), serta Pramuka se-Sumbar ikut ambil bagian. Mereka tidak hanya berkemah, tetapi juga belajar tentang teknik bertahan di alam bebas, penanganan darurat, hingga pelestarian lingkungan.

Dalam sambutanya, Kadispora menekankan bahwa kemah ini bukan sekadar kegiatan rekreasi. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan pemuda yang peduli lingkungan.

“Sumbar dianugerahi alam yang luar biasa indah, namun juga rawan bencana. Karena itu, semangat kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi nilai dasar bagi generasi muda,” ujarnya.

Mahdianur berharap para peserta bisa memperdalam keterampilan alam bebas, pertolongan pertama, serta menumbuhkan tanggung jawab sosial dan solidaritas antar-pemuda.

“Kita butuh pemuda yang kuat fisiknya, bersih hatinya, jernih pikirannya, dan tinggi semangat pengabdiannya,” pesannya.

Sementara itu ketua KPA BIAS Khalid Syaifullah Rj Basa S. Sos mengatakan, banyak di antara peserta lomba lintas alam sebelumnya yang belum memahami pentingnya pengetahuan tentang keselamatan di alam terbuka.
“Karena itu, kegiatan ini kami rancang agar mereka benar-benar memahami bahwa di alam bebas, keselamatan diri dan kelompok adalah yang utama,” ujar Khalid Saifullah Rj. Basa.
Khalid menegaskan, di hutan, jurang, maupun sungai, setiap pecinta alam harus mampu menjadi “penjaga” bagi dirinya dan orang lain.

“Kita harus siap menghadapi tantangan sekaligus menjadi penyelamat bagi sesama,” tambahnya.

Hana Yandri Pratiwi perwakilan dari Evi Yandri Rajo Budiman menyampaikan bahwa kegiatan Diklat ini merupakan langkah awal dalam membentuk jati diri seorang pecinta alam sejati.

“Menjadi pecinta alam bukan sekadar berpetualang di alam bebas, tetapi juga memiliki tekad menjaga, melestarikan, dan menghormati alam sebagai bagian dari kehidupan,” ujar Hana Yandri Pratiwi. (Naldi)

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690
Focus Mode