Sumbarpro — Di tengah keheningan Kampuang Pasangging, Nagari Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, seorang bocah berusia lima tahun bernama Zulvina (Vina) terbaring lemah di Puskesmas setempat.
Sejak lebih dari sebulan lalu, tubuh mungilnya terus digerogoti meningitis, penyakit radang selaput otak yang memicu kejang berulang, gangguan kesadaran, dan sesak napas.
Setiap hari, Vina mengalami kejang, matanya kerap memandang kosong, dan napasnya tersengal-sengal.
Namun di balik derita itu, ia masih menyunggingkan senyum kecil saat sang ibu menggenggam tangannya.
Senyum yang penuh harap untuk sembuh, bermain, dan kembali berlari di halaman rumah seperti anak seusianya.
Dokter di Puskesmas telah menyarankan agar Vina segera dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang, rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat.
Namun, keluarga miskin ini tak mampu menanggung biaya transportasi apalagi perawatan lanjutan.
Dikutip dari unggahan Instagram @info.minang, keluarga duafa ini bahkan belum memiliki kartu BPJS Kesehatan dan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial dari pemerintah.
Sang ibu hanya bisa menahan tangis, matanya sembab menatap anak semata wayangnya.
“Kalau kami punya uang sedikit saja untuk bawa Vina ke Padang, mungkin dia bisa cepat sembuh,” ujarnya lirih, penuh harap namun tak berdaya.
Meski tubuhnya lemah, semangat Vina tak pernah padam. Ia ingin sembuh. Ia ingin sekolah. Ia ingin kembali mengejar kupu-kupu di pekarangan rumah.
Kini, satu-satunya harapan adalah uluran tangan dari sesama.
Donasi dapat disalurkan melalui rekening @minang.peduli:
- Mandiri: 111-0007-388289
BNI: 0724-0727-45
BRI: 0669-0101-4434508,
BSI: 7016-812514
Atas nama: Yohan Fitriadi
Konfirmasi donasi dan unggah bukti transfer via WhatsApp ke 0811-668-667 dengan format: Vina [nominal]
Setiap bantuan, sekecil apa pun, bisa menjadi jembatan bagi Vina menuju kesembuhan dan masa depan yang layak. (edt)

















