Beranda / Peristiwa / Kasus Keracunan MBG di Pariaman: Hasil Uji BPOM Temukan Bakteri Berbahaya pada Nasi dan Ayam

Kasus Keracunan MBG di Pariaman: Hasil Uji BPOM Temukan Bakteri Berbahaya pada Nasi dan Ayam

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa nasi putih, ayam tepung, tahu, saus, tumisan sayur, dan buah semangka yang disajikan di MTsN 1 Pariaman.

PARIAMAN, Sumbarpro – Penyebab keracunan massal yang menimpa 127 siswa MTsN 1 Kota Pariaman akhirnya terungkap. Hasil uji laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang menemukan cemaran bakteri berbahaya pada sampel nasi putih dan ayam tepung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa pada Senin (14/9/2026).

Temuan ini menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi di berbagai daerah, sekaligus menjadi pukulan telak bagi program andalan pemerintah yang seharusnya menjamin asupan gizi aman bagi generasi penerus bangsa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima hasil resmi pengujian dari BBPOM Padang.

“Hasilnya sudah kami terima, ditemukan bakteri pada nasi putih dan ayam tepung. Diduga itu yang menjadi penyebab keracunan siswa,” ujar Rudy, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan laporan pengujian tersebut, sampel nasi putih teridentifikasi terkontaminasi dua jenis bakteri sekaligus, yaitu Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus. Sementara itu, sampel ayam tepung ditemukan bakteri Staphylococcus aureus.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690

Kandungan bakteri pada kedua sampel tersebut terbilang sangat tinggi. Pada nasi putih ditemukan Bacillus cereus sebanyak 6,7 × 10⁶ per kilogram dan Staphylococcus aureus sebanyak 1,5 × 10⁵ per kilogram. Sedangkan pada ayam tepung ditemukan Staphylococcus aureus sebanyak 1,8 × 10⁵ per kilogram.

Kedua sampel tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat mikrobiologi berdasarkan kriteria yang ditetapkan BPOM, yang diperbarui melalui Peraturan BPOM Nomor 3 Tahun 2026.

Bacillus cereus merupakan bakteri pembentuk spora yang dapat ditemukan di lingkungan dan berbagai jenis makanan. Bakteri ini dapat menyebabkan keracunan makanan, dengan gejala khas berupa mual dan muntah yang muncul dalam waktu relatif singkat setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Bakteri ini sering dikaitkan dengan nasi yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan.

Sementara itu, Staphylococcus aureus adalah bakteri yang dapat menghasilkan toksin pada makanan dan menyebabkan keracunan. Gejalanya meliputi mual, muntah, dan kram perut yang dapat muncul dalam waktu singkat setelah makanan dikonsumsi.

Kombinasi kedua bakteri ini pada nasi dan ayam menjelaskan mengapa gejala yang dialami korban cukup beragam, mulai dari pusing, mual, muntah, sakit perut, gatal-gatal, hingga sesak napas.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690