Sumbarpro – Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta turun langsung menginterogasi sekelompok remaja yang diduga terlibat tawuran.
Interogasi tersebut berlangsung di Mapolda Sumbar, Senin (15/9/2025).
Dalam video yang diunggah di akun resmi Instagram @gatot.ts.91, interogasi berlangsung tegas dan mendalam.
Didampingi Wakapolda Brigjen Pol Solihin dan sejumlah pejabat utama Polda Sumbar serta Polresta Padang, Irjen Gatot menginterogasi para remaja dengan lugas.
Kapolda menyoroti penggunaan senjata tajam (sajam) dalam aksi tawuran yang berulang kali terjadi di Padang.
Sambil memegang sajam yang disita, ia bertanya keras kepada pelaku.
“Niat kamu apa? Bacok tuh niatmu (apa)?” tegasnya.
Kapolda juga menyoroti ironi para remaja yang masih berusia sekolah namun memilih jalan salah.
“Kenapa enggak sekolah? Masa depanmu coba gimana? Kasihan mamamu enggak?” ucapnya.
Menurutnya, kasus tawuran remaja di Padang sudah berulang kali menelan korban jiwa.
Kapolda menegaskan perlunya langkah proaktif dalam menanggulangi tawuran remaja yang marak di Padang.
Ditekankannya, kasus tawuran kerap berulang dan dipicu masalah sosial, termasuk putus sekolah.
Menurut Kapolda, penegakan hukum saja tidak cukup. Ia meminta pejabat Polda Sumbar berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pendidikan.
“Ini saya minta tolong nanti, tolong komunikasi dengan dinas, dengan Pak Wali Kota,” tegas Irjen Gatot.
Instruksi tersebut menegaskan komitmen Polda Sumbar untuk mencari solusi jangka panjang bersama pemerintah.
Ia menekankan bahwa persoalan ini harus dituntaskan karena telah menelan korban jiwa dan meresahkan masyarakat.
“Masalah ini harus betul-betul dituntaskan,” ujarnya.
Pendekatan lintas sektoral dianggap penting agar pendidikan, keluarga, dan aparat bekerja sama mencegah generasi muda terjerumus dalam aksi kriminal.
View this post on Instagram
Diberitakan sebelumnya, tawuran antar dua kelompok remaja di Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, berakhir tragis pada Sabtu (13/9/2025) dini hari.
Pertikaian brutal yang melibatkan senjata tajam ini terekam kamera warga dan viral di media sosial.
Satu remaja meninggal dunia akibat luka parah, sementara lima pelaku berhasil ditangkap polisi bersama barang bukti senjata tajam.
Rekaman video memperlihatkan dua kelompok remaja saling menyerang dengan senjata tajam.
Seorang pemuda berjaket merah terlihat terjatuh, lalu menjadi sasaran amukan lawan.
Ia dipukul dengan kayu, dihantam berulang kali, hingga ditebas dengan senjata tajam tanpa ampun.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun luka bacokan di tubuhnya terlalu parah.
Nyawanya tidak tertolong setelah tim medis berjuang keras memberikan pertolongan.
Polisi bergerak cepat setelah kejadian itu.
Tim Satreskrim Polresta Padang yang dipimpin Kompol Muhammad Yasin berhasil menangkap lima remaja di kawasan Bypass Ketaping, Kecamatan Kuranji.
Saat ditangkap, polisi menemukan sejumlah senjata tajam yang masih disimpan pelaku.
Empat dari lima pelaku masih berstatus anak di bawah umur, sementara satu lainnya sudah dewasa. (ak)

















