SUMBARPRO — Upaya menghidupkan kembali literasi sejarah dan budaya lokal terus dilakukan di Tanah Datar. Salah satunya melalui Pameran Aksara Kuno di Minangkabau yang digelar Komunitas Surau Kreatif bekerja sama dengan BPKW 3 Sumatera Barat di Situs Prasasti Kubu Rajo, Nagari Limo Kaum, Sabtu (8/11/2025).
Dengan mengusung tema “Dari Prasasti Menuju Eksistensi”, kegiatan ini bertujuan mengenalkan aksara kuno di Minangkabau sekaligus menumbuhkan minat generasi muda, khususnya Gen Z, dalam memahami nilai sosial, budaya, dan sejarah daerah secara langsung di lapangan.
Pameran berlangsung selama tiga hari, 8–10 November 2025, berisi berbagai agenda seperti pembukaan resmi, talkshow epigrafi, kunjungan ke situs prasasti, hingga kelas interaktif belajar aksara Kawi dan Jawi.
Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati Tanah Datar, Erizal Nur, mewakili bupati.
“Bupati mengapresiasi dan berterima kasih kepada BPKW 3 Sumbar yang mendukung Surau Kreatif dalam menggali situs-situs kuno untuk kemajuan daerah,” ujarnya.
Erizal menambahkan, aksara kuno di prasasti menyimpan banyak informasi penting yang bisa memperkaya pengetahuan sejarah Minangkabau.
“Kita berharap generasi muda tertarik mempelajari aksara kuno ini, karena peradaban Minangkabau sudah maju pada zamannya,” katanya.
Sementara itu, Kasubag Umum BPKW 3 Sumbar, Romi Hidayat, menegaskan kegiatan ini sebagai bentuk fasilitasi pengembangan kebudayaan berbasis manuskrip.
“Belajar di situs langsung membuat pengunjung merasakan sejarah secara nyata, bukan sekadar membaca di buku. Ini pameran pertama di Sumbar yang menggabungkan edukasi dan eksplorasi situs sejarah,” jelasnya.
Ketua Komunitas Surau Kreatif, Suci Saomi Febrita, menyebut pameran ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
“Kami ingin kegiatan ini membangkitkan kesadaran budaya dan minat belajar sejarah, terutama di kalangan Gen Z,” tuturnya.
Ia menambahkan, gagasan pameran muncul dari keprihatinan terhadap pengunjung situs sejarah yang sering datang hanya untuk berfoto tanpa memahami maknanya.
“Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut di situs-situs lain agar kunjungan ke peninggalan sejarah di Tanah Datar makin hidup,” pungkasnya.
Pembukaan di Lapow Lutok, belakang area Prasasti Kubu Rajo, turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Koramil Lima Kaum, Wali Nagari Limo Kaum, KAN, dan tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pihak ini menandakan dukungan luas terhadap pelestarian aksara kuno sebagai bagian penting dari identitas budaya Minangkabau.

















