SUMBARPRO – Kegiatan latihan taekwondo yang rutin digelar di Lapangan Cindua Mato, Batusangkar, tak sekadar membina kemampuan bela diri. Di bawah bimbingan Dojang Dream Team Fighter (DTF) Tanah Datar, latihan ini menjadi wadah pembentukan karakter dan pengembangan prestasi bagi anak-anak dan remaja.
Pelatih DTF, Ridho Mahendra, saat ditemui Kamis (6/11/2025), mengatakan klub ini berdiri sejak 2019 dan mulai aktif berlatih di Cindua Mato sejak 2023, setelah sebelumnya menggunakan Lapangan Benteng Van der Capellen.
Menurut Ridho, sebagian orang tua mendaftarkan anaknya bukan semata karena prestasi, tetapi juga karena maraknya kasus perundungan (bullying) di sekolah.
“Kami ingin hadir sebagai solusi. Taekwondo bukan cuma soal menendang, tapi juga melatih keberanian dan keteguhan mental supaya anak-anak bisa menjaga diri,” ujarnya.
Meski berawal dari pembinaan mental dan kedisiplinan, para atlet DTF juga berhasil menorehkan sejumlah prestasi. Intan Syafitra, siswi SMA Negeri 1 Sungai Tarab, meraih Juara 1 Kejuaraan Taekwondo Kapolda Cup 2025, serta Juara 1 National Championship Andalan Indonesia 2024 di Pekanbaru, Riau. Ia juga pernah menyabet medali emas Kejurwil Taekwondo di Medan.
Ahmad Revynt, siswa SMK Negeri 1 Batusangkar asal Koto Tuo Sungai Tarab, menorehkan Juara 1 Turnamen Smanthree Taekwondo Championship, serta Juara 3 Kapolda Cup 2025.
Sementara Harya Azaria, siswa SMA Negeri 1 Batusangkar yang tinggal di Asrama Kodim, meraih Juara 2 Kejuaraan Taekwondo National Championship Andalas Indonesia 2024.
Latihan yang diikuti anak-anak usia sekolah dasar hingga remaja ini terus berlangsung dengan antusiasme tinggi setiap pekan. Melalui kegiatan ini, taekwondo tak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi muda yang disiplin dan percaya diri di tengah tantangan sosial saat ini.

















