Sumbarpro — Tren unik kembali muncul di kalangan pelajar. Para siswa ramai-ramai mengubah penghapus menjadi gasing dengan tambahan benda tajam seperti paku payung dan staples.
Fenomena ini viral di media sosial setelah seorang guru mengunggah video berisi imbauan kepada orang tua agar lebih memperhatikan kebiasaan baru anak-anak di sekolah.
Dalam video tersebut, sang guru memperlihatkan tumpukan penghapus gasing yang berhasil diamankan dari para siswa.
Ia menyebut tren ini berpotensi membahayakan karena penggunaan benda tajam yang bisa menimbulkan risiko cedera.
“Jangan anggap remeh kebiasaan anak. Bisa saja berisiko jika tidak diawasi,” ujar guru tersebut dalam video yang beredar luas, dikutip Senin (15/9/2025).
Fenomena ini memicu pro dan kontra di kalangan warganet.
Sebagian menilai tren tersebut sebagai bentuk kreativitas anak-anak yang lebih baik dibanding bermain gawai.
Akun me.ssylife menulis, “Daripada main hp bjir kek ga pernah kecil aja, perasaan mainan dulu lebih aneh-aneh.”
Ada pula yang menyarankan agar tren ini difasilitasi secara aman.
“Mending dibikin lomba! Di hari khusus terus pake APBD jadi aman! dan hobi tetap tersalurkan!” tulis akun pikniksana.
Namun, banyak pula yang mengkhawatirkan aspek keselamatan.
Akun ayuatika.krisnasaridewi berkomentar, “Kreatif itu bisa dengan bahan lain ya ayah bunda. Itu bahannya berbahaya ada staples dan paku payung lho… Coba bayangin kalo tercecer kena kaki.”
Komentar serupa juga datang dari akun milawatidedeh, “Yg masalah adalah pake streples sm paku payung…ngeri, takut, tetibaan kena tangan, keinjek kaki….”
Hingga kini, tren penghapus gasing masih ramai diperbincangkan.
Sebagian masyarakat menganggapnya sebagai ekspresi kreativitas anak-anak, sementara yang lain menilai perlu ada pengawasan ketat agar tidak menimbulkan bahaya di lingkungan sekolah. (yat)

















