KEMENANGAN dramatis atas Persiku Kudus memang membawa angin segar bagi Semen Padang FC. Namun, ujian sesungguhnya akan datang pada Jumat (30/10/2026) malam nanti.
Kabau Sirah akan menjamu Sumsel United di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027.
Ini bukan laga mudah. Sumsel United, yang berjuluk Laskar Juaro, bukanlah tim sembarangan. Meski sempat terpuruk akibat pengurangan poin, mereka perlahan mulai menemukan ritme permainan.
Setidaknya, ada tiga titik lemah fundamental dari Sumsel United yang harus dimaksimalkan oleh Stefano Cugurra alias Teco jika ingin meraih tiga poin.
Sumsel United memulai musim ini dengan beban berat. Mereka harus menerima hukuman pengurangan poin yang membuat mereka sempat terpuruk di dasar klasemen.
Meski demikian, perlahan mereka mulai bangkit. Dari lima laga terakhir, Sumsel United mencatatkan dua kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan.
Secara statistik, mereka rata-rata mencetak 2,00 gol per pertandingan, tetapi juga kebobolan 1,60 gol per laga. Data ini menunjukkan bahwa Sumsel United adalah tim yang produktif, tetapi sekaligus rentan di lini belakang.
Keseimbangan antara menyerang dan bertahan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih M. Nasuha.
Tiga ‘Titik Lemah’ Sumsel United
Dari data dan rekam jejak pertandingan, ada tiga kelemahan yang bisa dieksploitasi Semen Padang FC.
1. Konsentrasi di Menit-Menit Krusial
Ini adalah kelemahan klasik Sumsel United yang terus berulang. Sumsel United kerap kehilangan fokus di awal pertandingan, yang membuat mereka kebobolan cepat.
Situasi ini terjadi saat melawan PSMS Medan, di mana mereka kebobolan saat pertandingan baru berjalan 1 menit 30 detik.
Selain itu, mereka juga sering lengah di menit-menit akhir. Saat melawan PSPS Pekanbaru, dua gol yang bersarang ke gawang mereka tercipta pada menit ke-80 dan ke-84.
Bahkan dalam laga terbaru melawan Adhyaksa FC, Sumsel United harus bermain mati-matian dan baru bisa menyamakan kedudukan di menit 90+8 melalui gol dramatis Daffa Trihardi.
Semen Padang harus memanfaatkan kelengahan ini dengan pressing tinggi sejak menit pertama dan tetap fokus hingga peluit akhir.
2. Rapuhnya Sinkronisasi Lini Belakang
Gaya bermain Sumsel United di bawah asuhan M. Nasuha masih mengandalkan formasi 4-3-3 defensif. Namun, eksekusinya belum solid.
Asisten pelatih mereka, Amirul Mukminin, secara eksplisit menyebut bahwa “kesalahan lini belakang” menjadi salah satu faktor kekalahan mereka dari Persiraja.
Masalah utama mereka adalah hilangnya fokus dan konsentrasi, yang membuat bola lebih cepat mengarah ke gawang.
Jika Semen Padang mampu menekan secara konsisten, peluang untuk memaksa kesalahan di lini belakang Sumsel United akan sangat terbuka lebar.
3. Ketergantungan pada Individu
Sumsel United memiliki beberapa pemain kunci yang menjadi tumpuan, seperti Juninho Cabral di lini depan dan Rachmad Hidayat di sayap kanan.
Namun, ketergantungan pada individu ini bisa menjadi bumerang. Ketika pemain-pemain ini berhasil diisolasi, aliran bola ke depan akan terputus.
Semen Padang perlu memberikan penjagaan ketat pada Juninho dan Rachmad untuk mematikan sumber serangan utama Laskar Juaro.
Menghadapi Sumsel United yang sedang dalam tren naik-turun, Teco harus berani mengambil inisiatif. Bermain di kandang sendiri, Kabau Sirah tidak boleh membiarkan lawan berkembang.
Manfaatkan kelemahan Sumsel United yang sering kebobolan di awal pertandingan. Terapkan pressing tinggi dan cari gol cepat untuk membunuh moral mereka sejak dini.
Dengan formasi 4-3-3, serangan dari sayap bisa menjadi senjata utama. Kecepatan pemain seperti Risman Maring atau Mierza Firjatullah harus dimaksimalkan untuk menusuk pertahanan lawan yang belum solid.
Tak kalah penting, Kabau Sirah harus menjaga konsentrasi hingga akhir. Ini adalah ujian bagi lini belakang Semen Padang. Jangan sampai lengah di menit-menit akhir, karena Sumsel United terbukti mampu mencetak gol dramatis di injury time.
Laga melawan Sumsel United adalah peluang emas bagi Semen Padang FC untuk meraih kemenangan beruntun dan membuktikan bahwa kemenangan atas Persiku bukanlah kebetulan.
Sumsel United bukan lawan yang mudah, tetapi mereka memiliki celah yang bisa dieksploitasi. Dengan strategi yang tepat, pressing tinggi sejak awal, dan konsentrasi penuh hingga peluit akhir, tiga poin di Stadion Patriot Candrabhaga bukanlah mimpi.
Ini adalah saatnya bagi Teco untuk menunjukkan bahwa “pil instan” yang dipilih manajemen benar-benar bekerja. (ak)
