PADANG, Sumbarpro – Keputusan Stefano “Teco” Cugurra untuk terus memarkir Risman Ariyanto Maring di bangku cadangan mulai menuai tanda tanya besar.
Di saat lini serang Semen Padang FC masih tumpul dan kesulitan menembus pertahanan lawan, fakta bahwa pemain paling berdampak di skuad Kabau Sirah justru selalu dimainkan sebagai pemain pengganti adalah sebuah anomali taktis yang harus segera dikoreksi.
Menjelang laga krusial melawan Persiku Kudus, Sabtu (24/10/2026), sudah saatnya Teco mengubah pendekatan dengan memainkan Maring sejak menit pertama.
Data tidak bisa dibantah. Sepanjang gelaran Pegadaian Championship 2026/27, Maring telah mencatatkan 5 penampilan dengan kontribusi 2 gol.
Dua momen paling krusial Semen Padang musim ini lahir skill dan ketajaman instingnya, dan keduanya terjadi saat ia masuk dari bangku cadangan.
Pada laga perdana melawan Persiraja Banda Aceh, gol tunggal kemenangan Kabau Sirah dicetak oleh Maring pada menit ke-72, hanya berselang beberapa saat setelah ia masuk lapangan.
Kemudian, pada laga penuh drama melawan PSMS Medan, saat Semen Padang berada di ambang kekalahan dan tertinggal lewat gol Javier Siverio di menit 90+4, Maring yang kembali bermain sebagai pemain pengganti mencetak gol penyama kedudukan dramatis pada menit 90+8.
Maring bukan sekadar pemain pengganti biasa. Ia adalah winger kanan dengan profil yang sangat spesifik. Lincah, cepat, agresif, dan memiliki naluri mencetak gol yang tinggi.
Kemampuannya dalam melakukan penetrasi dari sisi sayap adalah senjata yang saat ini sangat jarang ditunjukkan oleh lini serang Semen Padang.
Dengan tinggi 175 cm, ia juga memiliki keunggulan dalam duel udara.
Selama ini, Teco lebih sering mengandalkan Stefano Lilipaly di sayap kanan. Meski Lilipaly memiliki kualitas dan pengalaman, mobilitas serta agresivitas Maring menawarkan dimensi serangan yang berbeda.
Maring adalah tipe pemain yang bisa membelah pertahanan lawan dengan kecepatannya, sesuatu yang sangat dibutuhkan ketika Semen Padang menghadapi tim yang bermain dengan blok rendah.
Semen Padang FC saat ini masih tertahan di papan tengah dengan koleksi 7 poin dari 6 laga. Kemenangan atas Persiku Kudus yang saat ini terpuruk di dasar klasemen bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal membangun momentum dan kepercayaan diri.
Persiku memiliki pertahanan yang rapuh dan sering kebobolan di babak pertama. Gol cepat di 20 menit awal akan sangat menentukan arah pertandingan.
Di sinilah peran Maring menjadi krusial. Dengan memainkannya sejak menit awal, Semen Padang bisa langsung menekan dan mencari gol cepat.
Jangan lagi menunggu hingga babak kedua untuk memasukkan pemain yang sudah terbukti memiliki mentalitas dan ketajaman di momen krusial.
Memainkan Maring sejak awal bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal mengirim pesan bahwa performa di lapangan adalah tolok ukur utama di tim ini, bukan sekadar nama besar.
Teco Cugurra harus berani mengambil keputusan tegas. Menepikan Risman Ariyanto Maring di bangku cadangan saat tim sedang kesulitan mencetak gol adalah pemborosan talenta.
Statistik, karakter permainan, dan momen-momen besar yang telah ia ciptakan menjadi bukti bahwa Maring layak mendapatkan kesempatan untuk tampil sejak menit pertama.
Melawan Persiku Kudus, Semen Padang FC tidak boleh bermain aman. Kabau Sirah harus tampil sangar, agresif, menekan sejak awal, dan mencetak gol cepat. Dan untuk itu, Risman Ariyanto Maring adalah pilihan yang paling logis. (ak)
