Sumbarpro – Presiden Prabowo Subianto memastikan aliran dana dari pemerintah pusat ke daerah tidak akan berkurang. Bahkan, ia menjanjikan jumlahnya akan lebih besar pada tahun depan.
Jaminan itu disampaikan langsung di hadapan para kepala daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
“Para bupati dan para gubernur jangan khawatir. Bukan kita kurangi uang ke kabupatenmu. Nanti saya buktikan uang yang mengalir ke kabupatenmu, ke provinsimu itu jauh lebih besar di zaman saya memerintah daripada sebelum ini,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, pemerintahannya akan fokus menggerakkan perekonomian hingga ke akar rumput. Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kota besar atau dinikmati perusahaan besar.
“Saya yakini akan lebih banyak lagi kita salurkan. Seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat. Tujuan kita, rakyat kita sejahtera,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran sejumlah kepala daerah soal pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).
Kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pusat membuat sebagian pemerintah daerah cemas aliran dana mereka ikut terdampak. Prabowo ingin menepis kekhawatiran itu.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi penyaluran TKD per 30 September 2026 mencapai Rp599,2 triliun atau 82,4 persen dari target APBN.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut alokasi awal TKD sebesar Rp693 triliun. Namun, karena terjadi sejumlah bencana alam, pemerintah menambah alokasi sehingga total transfer diperkirakan mencapai sekitar Rp727 triliun.
Janji Prabowo bukan tanpa dasar. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah mengalokasikan Transfer ke Daerah sebesar Rp735 triliun.
Angka itu naik Rp42 triliun dari APBN 2026 yang sebesar Rp693 triliun, atau naik sekitar 6,1 persen. Kenaikan ini juga membalikkan arah setelah TKD pada outlook 2026 tercatat turun 17,9 persen.
Anggaran TKD 2027 setara dengan 2,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Total belanja negara dalam RAPBN 2027 direncanakan Rp4.097,2 triliun.
Dari jumlah itu, belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.362,2 triliun dan sisanya untuk Transfer ke Daerah.
Di hadapan para gubernur dan bupati, Prabowo juga menyampaikan pesan emosional. Ia menegaskan tidak ingin memimpin negara yang rakyatnya terus hidup dalam kemiskinan.
“Saya tidak mau jadi presiden rakyat saya miskin terus. Saya tidak mau jadi presiden. Malu saya. Lebih baik saya enggak jadi presiden,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pemimpin daerah tidak diukur dari besarnya anggaran yang dikelola. Tolok ukurnya adalah perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Kalau kalian datang ke rakyat, rakyatnya senyum. Nah itu kebanggaan kalian,” ucap Prabowo.
Presiden menekankan pemerintah daerah bergerak bersama pemerintah pusat memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga dirasakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan kualitas hidup. (ak/*)
