10 Relawan Karhutla Gugur, BNPB Janji Evaluasi Prosedur Keselamatan

Enam relawan tewas di Bromo setelah terjebak kobaran api, empat lainnya gugur di Kalimantan. BNPB keluarkan enam imbauan baru dan menunggu laporan resmi dari daerah.

Redaksi
A+A-
Reset
Petugas memadamkan karhutla

Sumbarpro – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 10 relawan meninggal dunia saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan hingga Jumat (23/10/2026).

Enam di antaranya gugur di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, sementara empat lainnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi menyatakan pihaknya akan mengevaluasi proses penanganan karhutla, termasuk prosedur keselamatan personel di lapangan. Evaluasi difokuskan pada analisis kronologi kejadian dan metode pemadaman yang diterapkan tim gabungan.

“Nanti kami akan mempelajari laporan dari wilayah. Apa saja yang bisa kami evaluasi dan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi,” kata Kristomei.

Dari evaluasi itu, BNPB akan menyusun arahan dan prosedur keselamatan baru. Tujuannya agar personel di lapangan bisa bergerak lebih aman dan mengutamakan keselamatan.

“Sehingga ke depan, kami bisa memberikan arahan kepada seluruh anggota kita di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.

Enam relawan yang gugur di TNBTS adalah Suraji (44 tahun), Munawi, Sukaris, Hendra Rony Wagiyanata, Wisnu Yuda Pratama (25 tahun), dan Sefriel Ardiansyah (19 tahun). Suraji meninggal di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada Jumat (23/10/2026) setelah sempat menjalani perawatan intensif.

Sebelumnya, empat petugas dilaporkan tewas setelah terjebak kobaran api yang membesar akibat tiupan angin kencang di kawasan Resort Tengger Laut Pasir, Probolinggo. Mereka terjebak selama sekitar satu jam sebelum ditemukan.

Di Kalimantan Tengah, tiga relawan gugur, yakni Akhmad Rizani (Ketua Tim Serbu Api Kelurahan Palangka, Palangka Raya), Ahmadin alias Itam Madin (Relawan Damkar Huma Singgah Itah, Kotawaringin Barat), dan Aries Sutio Luthfil Hadi (Anggota Masyarakat Peduli Api, Kotawaringin Barat). Di Kalimantan Selatan, Nurdin alias Amang Udin (Relawan Damkar Kayu Bulan, Barito Kuala) meninggal dunia.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan apresiasi atas kontribusi para relawan. Menurutnya, keterlibatan mereka sangat membantu mengoptimalkan operasi pemadaman di lapangan.

“Terima kasih kami atas kontribusi nyata dalam menyelamatkan komunitas maupun alam sekitar dari bahaya kebakaran,” kata Berton.

Untuk mencegah korban bertambah, BNPB mengeluarkan enam imbauan bagi relawan karhutla. Pertama, relawan wajib berkoordinasi dengan pos komando sebelum terlibat dalam pemadaman. Kedua, BPBD diminta melakukan supervisi terhadap koordinasi tersebut.

Ketiga, setiap operasi harus memiliki petugas keselamatan atau safety officer di lapangan. Keempat, relawan harus mendapatkan pengarahan atau briefing sebelum dan sesudah operasi. Kelima, pengerahan relawan disesuaikan dengan durasi operasi yang ditetapkan pos komando.

Keenam, relawan wajib dibekali ilmu dan teknik memadam yang tepat, serta menggunakan alat pelindung diri lengkap, mulai dari helm keselamatan, kacamata pelindung, sarung tangan, sepatu tahan panas, hingga masker. Istirahat dan hidrasi yang cukup juga harus dijaga selama bertugas.

Kristomei juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan mendorong aparat hukum menindak tegas pihak yang sengaja membakar lahan. Ia meminta masyarakat menghentikan praktik pembakaran karena dampaknya dirasakan banyak pihak.

“Saudara-saudara kita berusaha mati-matian untuk memadamkan api sampai ada yang jadi korban, di sisi lain masih ada yang membakar. Ya, sampai kapan pun enggak akan selesai,” ujarnya.

Terkait status bencana, Kristomei menjelaskan penetapan bencana nasional atau daerah harus melalui kajian mendalam dengan indikator tertentu, termasuk jumlah wilayah terdampak, jumlah korban, dan pernyataan ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menangani bencana.

BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan pengelola taman nasional menetapkan status siaga darurat jika diperlukan dan menutup jalur pendakian yang berisiko. Sejumlah jalur pendakian gunung seperti Gede Pangrango, Semeru, dan Ijen telah ditutup demi keamanan. (ak/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690