Sumbarpro – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, Buya Zulkarnaini menjadi salah satu penumpang KMP Batumandi yang terbakar di perairan Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Selasa sore (20/10/2026). Ia berada di kapal bersama istrinya ketika api muncul dari bagian buritan.
Keduanya berhasil dievakuasi dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Cilegon. Zulkarnaini mengalami luka ringan, sementara istrinya terkilir.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat kapal mendekati Dermaga VI Pelabuhan Merak. Kapal bertolak dari Bakauheni pukul 14.52 WIB dan berada sekitar satu kilometer dari pelabuhan ketika api terlihat.
Zulkarnaini menuturkan, ia dan istrinya sedang bersiap turun ke kendaraan ketika alarm kapal berbunyi. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi. Ia lalu melihat ke bagian belakang kapal dan mendapati asap tebal membumbung tinggi.
Situasi memburuk ketika pelampung sudah habis dipakai penumpang lain. Zulkarnaini sempat berencana melompat ke laut tanpa pelampung.
Namun, istrinya menolak karena tidak bisa berenang. Keduanya akhirnya mendapatkan pelampung dan melompat bersama-sama ke laut sebelum dievakuasi ke rumah sakit.
“Saya dan istri luka ringan. Istri terkilir dan sekarang kami sudah aman di Rumah Sakit Medika Cilegon,” kata Zulkarnaini.
Zulkarnaini dan istrinya dalam perjalanan dari Padang menuju Depok untuk menemui anak dan cucu. Setelah itu, ia berencana melanjutkan perjalanan ke Malang untuk menghadiri Musyawarah Tarjih Muhammadiyah.
Di dalam KMP Batumandi, sejumlah bus antarkota antarprovinsi (AKAP) rute Sumbar ikut terdampak.
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan menyebut ada satu unit PO NPM, dua unit PO Miyor Prima Abadi, satu unit PO TAM, dan beberapa bus lain yang berada di lambung kapal saat kebakaran terjadi.
Bus-bus itu melayani rute jarak jauh dari Sumatera Barat menuju Jakarta. PO NPM dikenal sebagai operator bus legendaris di jalur tersebut, sedangkan PO Miyor merupakan pendatang baru dengan fasilitas kelas mewah.
Salah satu bus yang terbakar adalah NPM V81 asal Sumatera Barat. Seorang sopir asal Sumbar, Agus (37 tahun), membenarkan hal itu.
“Ada NPM V81 yang ikut terbakar. Alhamdulillah seluruh penumpang selamat,” kata Agus.
Berdasarkan manifest, KMP Batumandi mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan. Sebanyak 393 penumpang berada di dalam kendaraan dan 27 orang merupakan penumpang pejalan kaki.
Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi. Tidak ada korban jiwa.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Hutapea menyatakan 16 orang sempat mendapatkan penanganan medis. Sebelas orang di Puskesmas Pulomerak dan lima orang di Rumah Sakit Krakatau Medika.
Penyebab kebakaran masih diselidiki. Dugaan awal mengarah pada percikan api dari buritan kapal, tepatnya di dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Windy Andale menyebut, api mulai terlihat sekitar pukul 16.15 WIB, dan seluruh penumpang serta awak kapal tuntas dievakuasi pada pukul 17.05 WIB.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta Polri dan KNKT mengusut penyebab kebakaran, baik dari aspek teknis maupun nonteknis.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengerahkan Korps Kepolisian Perairan dan Udara untuk membantu penyelidikan, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
“Tidak menutup kemungkinan adanya pihak-pihak yang ingin sengaja melakukan upaya-upaya yang tidak baik. Tapi ini perlu pendalaman,” kata Suyudi. (ak/*)
