Super Tim di Belakang Patrick Kluivert Demi Garuda Mendunia

Kamis, 13 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Super Tim di Belakang Patrick Kluivert Demi Garuda Mendunia

Super Tim di Belakang Patrick Kluivert Demi Garuda Mendunia

Jakarta, Sumbarpro

Pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert tidak hanya dibantu dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat yang bertugas untuk urusan taktik dan strategi. Di belakang pelatih Belanda itu, terdapat super tim dengan spesialisasi tugas masing-masing yang menjadi tulang punggung dalam membentuk dan menjaga kesehatan, serta kebugaran fisik pemain Timnas Indonesia.

Super Tim yang bertugas di belakang layar itu terdiri dari pelatih fisik Quentin Jacoba. Dua orang fisioterapis, yakni Leo Echteld dan Chesley ten Oever. Seorang video analis, Jordy Kluitenberg dan dua orang team developer yang terdiri dari, Bram Verbruggen dan Regi Blinker.

Berikut profil anggota super tim tersebut:

Quentin Jacoba:
Pelatih fisik yang sudah bekerjasama dengan Patrick Kluivert ketika mengisi posisi serupa di Timnas Curacao. Quentin memiliki latar belakang sebagai mantan pemain sepak bola profesional, dengan pengalaman bermain di klub-klub Belanda seperti FC Eindhoven dan Kozakken Boys. Ia juga pernah memperkuat Timnas Curacao dengan sembilan caps antara tahun 2016 dan 2020.
Quentin bertanggung jawab untuk meningkatkan kebugaran dan performa para pemain. Perannya sangat penting dalam membentuk tim yang lebih kompetitif di tingkat internasional. Dengan pengalaman dan keahliannya, ia diharapkan dapat membawa pendekatan profesional untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia

Baca Juga:  Penjualan Tiket Indonesia Lawan Tiongkok Dimulai Besok

Leo Echteld:
Fisioterapis ternama asal Belanda yang memiliki jam terbang tinggi dalam menangani para pemain di klub-klub besar, seperti Inter Milan dan AC Milan. Sebagai fisioterapis, Leo harus memastikan kebugaran fisik para pemain tetap optimal, membantu pemulihan cedera, dan mendukung performa mereka di lapangan.
Dengan keahliannya, pendiri Fysiomed, sebuah pusat medis olahraga di Belanda ini dapat memberikan kontribusi besar dalam menjaga kondisi fisik pemain Timnas Indonesia di turnamen Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang sangat ketat.

Chesley ten Oever:
Serupa dengan Leo Echteld, namun Chesley merupakan fisioterapis Belanda yang mengkhususkan diri dalam terapi manual. Ia bekerja di Fysiomed, sebuah pusat medis olahraga terkenal di Amsterdam. Chesley yang berpraktek sejak 2018 fokus pada penanganan masalah, seperti nyeri punggung dan leher, serta cedera di sekitar pinggul dan pangkal paha. Chesley punya pendekatan yang menggabungkan fisioterapi, pelatihan pribadi, dan pelatihan performa olahraga untuk membantu klien mencapai kondisi fisik terbaik mereka.

Jordy Kluitenberg:
Analis video asal Belanda punya latar belakang yang kuat dalam analisis dan mengevaluasi jalannya pertandingan. Jordy telah bekerja dengan beberapa klub, termasuk Heerenveen di Eredivisie dan PEC Zwolle. Ia sempat menjadi analis video dam berkolaborasi dengan Patrick Kluivert untuk Adana Demirspor di Turki selama musim 2023/24.
Kelebihan Jordy terdapat pada keahliannya menganalisis rekaman pertandingan untuk memberikan wawasan taktis, membantu tim menyempurnakan strategi mereka dan meningkatkan performa.

Baca Juga:  Muka Baru Lini Depan Timnas Indonesia, Septian Bagaskara: Siap Berikan yang Terbaik

Bram Verbruggen:
Seorang team developer dari Belanda yang saat ini bekerja dengan Go Ahead Eagles, klub sepak bola di Eredivisie, Belanda. Bram berperan dalam membangun kohesi tim, mendukung pengembangan individu pemain, dan meningkatkan dinamika tim secara keseluruhan. Bram memiliki latar belakang psikologi konseling dan pernah bekerja di Valencia CF dalam mengelola program talenta internasional.
Bram diakui ahli dalam pengembangan pribadi pemain dan staf dengan tujuan membangun budaya perbaikan berkelanjutan, terutama bagi para pemain muda usia dalam menghadapi tantangan sulit.

Regi Blinker:
Mantan pemain sayap asal Belanda yang pernah membela Feyenoord, Celtic, dan Sheffield Wednesday. Setelah pensiun, ia terjun ke dunia wirausaha dan menjadi pendiri “Life After Football,” sebuah majalah gaya hidup yang ditujukan untuk pemain sepak bola profesional.
Dengan karier yang gemilang saat masih merumput, Regi punya pendekatan yang bagus sekaligus menjadi tauladan bagi para pemain muda untuk berkembang. Terlebih Regi punya pengalaman yang banyak sebagai ahli pengembangan sepak bola.

(ak/*)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Raker PSTI Ketua KONI Sumbar Dorong Digitalisasi Data Atlet pada Musprov PSTI
Hasil Liga Champions Tadi Malam: Liverpool Tumbangkan Real Madrid, Bayern Hantam PSG
Piala Dunia U-17: Garuda Muda Takluk dari Zambia di Laga Pembuka
Marselino Ferdinan Resmi Gabung AS Trenčín, Mulai Latihan Perdana
Gagal ke Piala Dunia: Timnas Indonesia Butuh Sistem, Bukan Euforia
Live Malam Ini! Laga Hidup-Mati Garuda vs Irak, Menang atau Mimpi ke Piala Dunia Kandas!
Live Malam Ini! Skuad Garuda Siap Bungkam Arab Saudi, Tiga Poin di Jeddah Buka Gerbang Piala Dunia 2026!
Polres Padang Pariaman Gelar Nobar Arab Saudi vs Indonesia, Sediakan 20 Jersey Timnas untuk Penonton

Berita Terkait

Jumat, 19 Desember 2025 - 13:42 WIB

Buka Raker PSTI Ketua KONI Sumbar Dorong Digitalisasi Data Atlet pada Musprov PSTI

Rabu, 5 November 2025 - 05:50 WIB

Hasil Liga Champions Tadi Malam: Liverpool Tumbangkan Real Madrid, Bayern Hantam PSG

Rabu, 5 November 2025 - 05:32 WIB

Piala Dunia U-17: Garuda Muda Takluk dari Zambia di Laga Pembuka

Selasa, 14 Oktober 2025 - 09:25 WIB

Marselino Ferdinan Resmi Gabung AS Trenčín, Mulai Latihan Perdana

Senin, 13 Oktober 2025 - 09:44 WIB

Gagal ke Piala Dunia: Timnas Indonesia Butuh Sistem, Bukan Euforia

Berita Terbaru

Olahraga

Mahyeldi: KONI-Dispora Jalan Terus Persiapkan Porprov 2026

Senin, 12 Jan 2026 - 17:05 WIB