Revolusi Taktis Teco di Bantul: Risman Maring Akhirnya Starter, Lilipaly dan Spaso Dicadangkan

Redaksi
A+A-
Reset
Pertandingan Semen Padang FC vs Persiku Kudus pada pekan ketujuh Liga 2 Pegadaian Championship di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu malam (24/10/2026) WIB.

Sumbarpro – Kemenangan 2-1 Semen Padang FC atas Persiku Kudus di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (24/10/2026) malam, bukan sekadar tiga poin biasa.

Hasil ini menjadi penanda dimulainya era baru taktik Stefano “Teco” Cugurra di tubuh Kabau Sirah.

Setelah dua laga tanpa kemenangan dengan formasi yang itu-itu saja, Teco akhirnya berani mengambil keputusan radikal mengubah starting XI secara signifikan, dan hasilnya langsung terasa.

Jika pada laga-laga sebelumnya Teco terkesan konservatif dengan mempertahankan nama-nama besar, melawan Persiku ia mengambil pendekatan berbeda.

Teco melakukan beberapa perubahan kunci yang langsung mengubah dinamika tim.

Mulyadi Rani Turun sebagai Kiper Utama

Ini adalah keputusan yang tampaknya dipaksa oleh keadaan. Kiper utama Ikram Algiffari mengalami cedera, sehingga Teco mempercayakan mistar gawang kepada Mulyadi Rani yang mengenakan nomor punggung 1.

Meski bukan pilihan utama, Mulyadi tampil cukup solid dan tidak banyak melakukan kesalahan fatal.

Risman Maring Akhirnya Starter

Inilah perubahan yang paling banyak ditunggu. Setelah sebelumnya selalu menjadi super-sub yang menyelamatkan tim, Maring akhirnya dipercaya tampil sejak menit pertama.

Ia ditempatkan di lini tengah bersama Muhammad Hargianto dan Savio Roberto. Keputusan ini terbukti tepat. Maring langsung menjadi ancaman.

Pada menit ke-13, ia sudah melepaskan tembakan berbahaya yang masih bisa diamankan kiper Persiku, M. Ridwan.

Lilipaly dan Spasojevic Dicadangkan

Ini adalah keputusan paling berani Teco. Lilipaly dan Ilija Spasojevic yang selama ini menjadi motor serangan dan selalu menjadi starter, harus rela menunggu di bangku cadangan.

Teco memilih untuk memulai dengan Muhammad Mierza Firjatullah, M. Rahmat, dan  Junior Batista di lini depan.

Ini adalah sinyal jelas bahwa Teco ingin mencoba formula baru dan memberikan kesempatan kepada pemain lain untuk unjuk gigi.

Lini Belakang Tetap

Kuartet pertahanan yang dihuni Novri Setiawan, Igor Cukovic, Safrudin Tahar (kapten), dan M. Rezaldi Hehanussa tetap dipertahankan.

Konsistensi di lini belakang ini penting untuk menjaga stabilitas pertahanan, meski pada akhirnya masih ada celah yang bisa dimanfaatkan lawan.

Pada dua laga sebelumnya di bawah Teco (melawan Persikad Depok dan PSMS Medan), formasi yang digunakan adalah 4-3-3 dengan Lilipaly dan Spasojevic sebagai andalan di lini depan.

Melawan Persiku, Teco masih menggunakan 4-3-3, tetapi dengan personel yang berbeda.

Perubahan dari Lilipaly ke Rahmat dan Batista, serta masuknya Maring ke lini tengah, menunjukkan bahwa Teco ingin tim bermain dengan intensitas lebih tinggi dan mobilitas lebih dinamis sejak awal, bukan hanya mengandalkan kualitas individu Lilipaly.

Dua Wajah Kabau Sirah

Pertandingan ini memperlihatkan dua wajah berbeda dari Semen Padang. Di babak pertama, tim tampil dengan tempo relatif lambat dan kesulitan menembus pertahanan rapat Persiku.

Meski demikian, mereka mampu menciptakan beberapa peluang melalui Maring dan Batista.

Gol pembuka akhirnya datang pada menit 45+2 melalui titik putih yang dieksekusi dengan tenang oleh Savio Roberto, setelah wasit menilai bola mengenai tangan pemain Persiku di dalam kotak penalti.

Memasuki babak kedua, Persiku meningkatkan tekanan dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-54 melalui gol Muhammad Isa.

Di sinilah peran Teco sebagai pelatih teruji. Ia langsung merespons dengan memasukkan Stefano Lilipaly pada menit ke-60 untuk menggantikan M. Rahmat.

Keputusan ini terbukti sangat brilian. Enam menit berselang, tepatnya menit ke-66, Lilipaly mencetak gol kemenangan setelah menerima umpan dari Ilija Spasojevic yang juga baru masuk.

Gol ini tidak hanya membawa pulang tiga poin, tetapi juga membuktikan bahwa kualitas individu dalam skema rotasi yang tepat bisa menjadi pembeda.

Kemenangan ini membawa Semen Padang FC naik ke peringkat kelima klasemen sementara Grup A dengan koleksi 10 poin. Lebih dari itu, ada beberapa poin taktis penting yang bisa diambil.

Teco berhasil menunjukkan bahwa tim ini tidak bergantung pada satu atau dua pemain. Ketika Lilipaly dan Spaso dicadangkan, pemain lain seperti Maring dan Rahmat mampu memberikan kontribusi.

Ketika Lilipaly masuk, ia langsung menjadi penentu. Ini adalah tanda tim yang sehat.

Tak hanya itu, Teco membuktikan bahwa ia tidak kaku. Ia berani mengubah personel dan strategi di tengah pertandingan.

Memasukkan Lilipaly dan Spasojevic di babak kedua adalah masterstroke yang mengubah jalannya pertandingan.

Pada laga ini, anak-anak Kabau Sirah kembali memperlihatkan mentalitas pantang menyerah.

Sempat kehilangan keunggulan, tim tidak panik. Mereka bangkit dan mencetak gol kemenangan. Ini adalah modal mental yang sangat berharga untuk laga-laga selanjutnya.

Namun, ada catatan penting. Kemenangan ini diraih atas tim yang sedang terpuruk di dasar klasemen. Ujian sesungguhnya akan datang pada laga-laga berikutnya melawan tim-tim papan atas.

Konsistensi dan kemampuan mempertahankan performa akan menjadi kunci.

Jika Teco mampu menjaga momentum ini dan terus melakukan rotasi cerdas, bukan tidak mungkin Kabau Sirah akan kembali menanduk ke papan atas dan mewujudkan ambisi promosi mereka. (ak)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690