Permainan Rakyat Sejak Zaman Kolonial Bakal Meriahkan HJK Padang

Jumat, 18 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Permainan Rakyat Sejak Zaman Kolonial Bakal Meriahkan HJK Padang

Permainan Rakyat Sejak Zaman Kolonial Bakal Meriahkan HJK Padang

2

Padang, Sumbarpro – Memeriahkan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-356, Pemerintah Kota Padang kembali menggelar lomba Selaju Sampan, sebuah tradisi permainan rakyat yang akan digelar di Sungai Batang Arau, kawasan Seberang Palinggam, pada 7 hingga 10 Agustus 2025.

Ketua Panitia HJK Padang yang juga Asisten II Setdako Padang, Didi Aryadi, mengatakan, lomba akan berlangsung setiap sore mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.

“Penonton akan disuguhkan aksi para pendayung yang bersemangat menuju garis akhir. Kita harapkan ini menjadi tontonan menarik dan penuh semangat,” ujarnya di Padang, Jumat (18/7).

Untuk mendukung kelancaran lomba, Didi mengungkapkan bahwa Dinas PUPR Kota Padang melakukan pengerukan sedimen di dasar Sungai Batang Arau. Pengerukan ini dilakukan dengan eskavator dan pengangkutan menggunakan truk.

Baca Juga:  Program Smart Surau Segera Diluncurkan, Hidupkan Fungsi Masjid sebagai Pusat Pendidikan

“Pengerukan dilakukan sepanjang aliran sungai agar peserta nyaman berlomba dan penonton bisa menyaksikan dengan aman,” katanya seperti  dikutip dari laman Diskominfo Padang.

Menurut catatan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang, Selaju Sampan Dayuang Palinggam adalah permainan rakyat yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Tradisi ini diperkirakan telah diselenggarakan sebelum tahun 1930-an.

Pada masa lalu, terdapat klub Seberang Palinggam Sejati (SPS) yang dikenal aktif mengikuti lomba dayung ini. Setiap sampan diawaki oleh 12 orang pendayung, dengan ukuran perahu sekitar 1 meter lebar dan 12 meter panjang, melaju sepanjang lintasan 500 meter di permukaan sungai Batang Arau.

Baca Juga:  Kebakaran Hebat Hanguskan Gedung FKM Unand di Jati, Kerugian Capai Rp4 Miliar

Penanda garis akhir pada lomba ini cukup unik, yaitu labu-labu yang digantung di atas sungai menggunakan seutas tali. Pemenang adalah pendayung terdepan yang berhasil menyentuhkan dayung ke labu tersebut terlebih dahulu.

Lomba Selaju Sampan sempat vakum, termasuk pada tahun 1938 saat meletusnya Perang Dunia Kedua. Kini, Pemerintah Kota Padang menghidupkan kembali tradisi ini sebagai bagian dari pelestarian budaya permainan rakyat Minangkabau. (kom)

Follow WhatsApp Channel sumbarpro.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prakiraan Cuaca Sumbar, Rabu 8 Juli 2026: Hujan Petir Merata di Semua Wilayah
Prakiraan Cuaca Sumbar, Selasa 7 Juli 2026: Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Petir
Pimpin Polda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Komit Lanjutkan Program Strategis
Prakiraan Cuaca Sumbar, Senin 6 Juli 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat Disertai Petir
Resmi Diserahterimakan, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Jabat Kapolda Sumbar yang Baru
Pemko Padang Panjang Revitalisasi Kawasan PDIKM
Adu Banteng Mobil Pikap dan Sepeda Motor di Simawang, Dua Orang Meninggal Dunia
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 11–13 Desember, Sejumlah Daerah di Sumbar Berisiko Banjir dan Longsor

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 04:31 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar, Rabu 8 Juli 2026: Hujan Petir Merata di Semua Wilayah

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:57 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar, Selasa 7 Juli 2026: Waspada Cuaca Ekstrem Hujan Petir

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:43 WIB

Pimpin Polda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Komit Lanjutkan Program Strategis

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:19 WIB

Prakiraan Cuaca Sumbar, Senin 6 Juli 2026: Waspada Potensi Hujan Lebat Disertai Petir

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:38 WIB

Resmi Diserahterimakan, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy Jabat Kapolda Sumbar yang Baru

Berita Terbaru