“Saya akan dilantik menjadi KSP tapi nanti jelasnya setelah selesai dilantik,” kata Listyo jelang pelantikan.
Ditanya lebih lanjut, Listyo menyebut hal itu merupakan kehormatan.
“Itu kehormatan buat kita untuk bisa memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa,” ujarnya.
Dudung Abdurachman sendiri dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Wakapolri Baru: Wahyu Hadiningrat
Bersamaan dengan pelantikan Kapolri, Presiden Prabowo juga melantik Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri. Wahyu merupakan alumni Akpol tahun 1992—satu leting di bawah Listyo Sigit (Akpol 1991).
Pria asal Bandung kelahiran 1970 ini dikenal sebagai sosok yang pintar, meski sepanjang karier kepemimpinannya tidak pernah mengampu jabatan sebagai Kapolda.
Sebelum menjabat Wakapolri, ia memegang jabatan sebagai Asisten Utama Bidang Perencanaan dan Anggaran Mabes Polri sejak 20 September 2024.

Reaksi dari Berbagai Pihak
Jokowi: Hak Prerogatif Presiden
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menanggapi pergantian Kapolri dengan santai.
“Itu kan kewenangan hak prerogatif dari bapak Presiden Prabowo, dan juga sudah saatnya, Pak Kapolri Listyo Sigit ini sudah 5 tahun 8 bulan, menjabat sebagai Kapolri,” ujar Jokowi di Solo.
Jokowi juga memuji penggantinya. “Dan penggantinya menurut saya, sangat baik, Pak Suyudi,” ujarnya.
PDI-P: Momentum Reformasi Polri
Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prabowo.
“PDI-P memberikan dukungan terhadap keputusan Presiden Prabowo yang telah mengeluarkan Surat Presiden dengan menetapkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri,” ujar Hasto.
Hasto mengingatkan agar Polri tidak digunakan untuk kepentingan politik praktis.
“Polri harus menjadi alat negara, bukan alat kekuasaan. Netralitas, profesionalitas, dan integritas Polri harus diperkuat kembali,” tegasnya.
Pengamat: Kejutan Tanpa Uji Publik
Pengamat kepolisian dari ISESS, Bambang Rukminto, menilai pergantian ini sebagai hal yang wajar untuk penyegaran organisasi.
