Keputusan yang sama mengangkat Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Komjen Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri, menggantikan Komjen Polisi Dedi Prasetyo.
Prosesi dilanjutkan dengan penanggalan dan penyematan tanda pangkat. Prabowo melepas tanda pangkat Komisaris Jenderal yang sebelumnya dikenakan Suyudi, kemudian menggantinya dengan tanda pangkat Jenderal Polisi.
Usai pelantikan, terjadi momen hangat antara Suyudi dan Listyo Sigit. Kedua jenderal bintang empat tersebut tampak kompak melakukan salam komando di Istana Negara.
“Terima kasih kepada Bapak Listyo Sigit Prabowo yang telah membimbing dan memberikan banyak hal dalam karier kami sehingga kami bisa di titik ini. Tentu juga kami berterima kasih kepada Presiden Indonesia Bapak Prabowo Subianto,” kata Suyudi.
Suyudi berjanji akan meneruskan program kerja yang baik di era kepemimpinan Listyo Sigit.
“Tentunya, sebagai Kapolri yang baru, kami tentunya akan melakukan konsolidasi secara internal dan kami juga tentunya akan melakukan langkah-langkah apa yang telah dilakukan pimpinan sebelumnya,” jelasnya.
Di sisi lain, Listyo Sigit memuji terpilihnya Suyudi sebagai Kapolri baru.
“Saya mengenal beliau adalah seorang pekerja keras dan tentunya banyak kreativitas dan integritas,” ujar Sigit.

Pengamat politik dari Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai pergantian ini dari aspek masa jabatan.
“Secara teknokratis, memang waktunya diganti karena sudah 5 tahun 8 bulan artinya melampaui batas waktu yang semestinya,” kata Agung.
Namun, Agung juga tidak menampik adanya spekulasi politik. “Namun secara politis, sukar untuk tidak mengaitkan dengan dugaan soal ‘bersih-bersih’ poros solo dari kabinet,” ujarnya.
Siapa Suyudi Ario Seto?
Komjen Polisi Suyudi Ario Seto bukan nama baru di korps Bhayangkara. Pria kelahiran Pandeglang, 14 Juli 1973, ini merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994—satu angkatan dengan Kapolda Metro Jaya Komjen Polisi Asep Edi Suheri.
Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 25 Agustus 2025. Sebelumnya, ia memimpin Polda Banten (2024–2025) dan menjabat Wakapolda Metro Jaya (2023–2024).
