Pergantian Kapolri: Listyo Sigit Prabowo Diganti, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Polri

Setelah hampir enam tahun memimpin Korps Bhayangkara, Jenderal Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dengan hormat. Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN, resmi dilantik sebagai Kapolri baru dalam proses kilat.

Ahmad Kharisma
A+A-
Reset
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Karier Suyudi dimulai dari bawah. Ia pernah menjadi Kapolsek Pasar Minggu (2004), Kapolsek Metro Tanah Abang (2012), Kapolsek Metro Penjaringan (2013), Kapolres Majalengka (2014), Kapolres Bogor (2015), hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat (2017).

Di bidang akademik, Suyudi menuntaskan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 2003. Ia menyandang gelar Sarjana Ilmu Kepolisian, Sarjana Hukum, dan Magister Sains.

Ia juga mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara pada 31 Januari 2026.

Visi “Polisi Bersama Masyarakat” dan Enam Program Prioritas

Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Suyudi memaparkan visi misinya yang bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia menegaskan bahwa konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.

“Tema yang saya usung adalah polisi bersama masyarakat,” ujarnya.

Suyudi juga membeberkan enam program prioritas transformasi Polri:

1. Penguatan kelembagaan – Mabes Polri dibuat strategis dan ramping, Polda profesional dan suportif, Polres kuat sebagai satuan operasional dasar, Polsek tangguh dan dekat dengan masyarakat.

Pasang iklan anda di space ini, hubungi sumbarpro media online portal berita dan informasi terkini di whatsapp 081275690690

2. Pembinaan SDM dan rekrutmen – Seluruh siklus SDM dibenahi dari perencanaan hingga purna tugas. Meritokrasi dan rekam integritas menjadi dasar penugasan. “Tidak boleh ada ruang bagi titipan, transaksi, dan sponsorship,” tegasnya.

3. Penguatan pelayanan publik – Layanan Polri harus bergeser dari sekadar memenuhi prosedur menjadi memenuhi kebutuhan warga. Digitalisasi harus menutup ruang pungli.

4. Penguatan penegakan hukum – Ukuran keberhasilan bergeser dari banyaknya perkara menjadi kualitas penanganan yang tepat, sah, berbasis bukti, dan adil.

5. Penguatan pengawasan – Pengawasan yang bergerak dari reaktif harus diubah menjadi berbasis risiko. Pengaduan harus memiliki jejak penanggung jawab.

6. Akuntabilitas anggaran – Keberhasilan anggaran tidak hanya diukur dari penyerapan, tetapi dari hasil yang dirasakan masyarakat.

Dalam program 100 hari pertamanya, Suyudi menjanjikan pemberantasan judi daring dan penipuan digital, penguatan Polres serta Polsek, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, serta harmonisasi SOP dengan KUHAP baru dan HAM.

Listyo Sigit ke KSP, Dudung ke Menko Polkam

Bagi Listyo Sigit Prabowo, jabatan Kapolri bukan akhir dari pengabdiannya. Ia dikonfirmasi akan dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

Pasang iklan Anda di space ini, hubungi SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini di WhatsApp 081275690690