Daftar Isi
Jakarta, Sumbarpro – Pemerintah secara resmi membuka pendaftaran sekolah kedinasan tahun ajaran 2026/2027 melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Pendaftaran yang berlangsung mulai 18 Agustus hingga 30 Agustus 2026 ini menyediakan total 4.770 formasi yang tersebar di sembilan kementerian dan lembaga pemerintah.
Jumlah formasi tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan seleksi tahun 2025 yang hanya menyediakan 3.257 formasi.
Dengan demikian, terjadi penambahan sebanyak 1.513 formasi atau melonjak hampir 47 persen.
Jadwal Lengkap Seleksi
Berdasarkan Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tanggal 12 Agustus 2026, rangkaian seleksi sekolah kedinasan tahun 2026 mengikuti jadwal sebagai berikut:

- Pengumuman seleksi: 15–24 Agustus 2026
- Pendaftaran seleksi: 18–30 Agustus 2026
- Seleksi administrasi: 18 Agustus – 1 September 2026
- Pengumuman hasil administrasi: 2–3 September 2026
- Masa sanggah: 4–5 September 2026
- Jawaban sanggah: 4–6 September 2026
- Pengumuman hasil pasca sanggah: 7–8 September 2026
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan CAT BKN: 22 September – 7 Oktober 2026
- Pengumuman hasil SKD: 1–13 Oktober 2026
- Seleksi lanjutan non-CAT BKN: 11–28 Oktober 2026
- Pengumuman kelulusan akhir: 21 Oktober – 1 November 2026
Kepala BKN, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menyampaikan bahwa jadwal ini diharapkan menjadi pedoman dan komitmen bersama bagi kementerian dan lembaga penyelenggara untuk melaksanakan seluruh tahapan seleksi sesuai waktu yang telah ditentukan.
“Dengan ditetapkannya jadwal tersebut, calon peserta dapat mempersiapkan diri sekaligus mencermati setiap tahapan dan ketentuan seleksi yang ditetapkan oleh masing-masing instansi,” kata Zudan dalam keterangannya dikutip Rabu (26/8/2026).
Formasi Terbesar di IPDN, PKN STAN, dan Kemenhub
Dari total 4.770 formasi yang disediakan, alokasi terbesar berasal dari tiga instansi utama:
1. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) – Kementerian Dalam Negeri: 1.410 formasi
2. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN – Kementerian Keuangan: 1.000 formasi
3. 22 sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan: 891 formasi
Sembilan kementerian dan lembaga penyelenggara sekolah kedinasan tahun 2026 meliputi Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Hukum, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
IPDN Paling Banyak Peminat
Meskipun pendaftaran masih berlangsung, antusiasme masyarakat terhadap sekolah kedinasan tahun ini sangat tinggi.
Berdasarkan data BKN per 21 Agustus 2026 pukul 14.09 WIB, jumlah pelamar telah mencapai 22.728 orang, dengan 7.061 di antaranya telah menyelesaikan proses submit pendaftaran.
Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menjadi sekolah kedinasan dengan jumlah pelamar terbanyak, yaitu 6.349 pelamar.
Posisi berikutnya ditempati oleh Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) dengan 4.782 pelamar, dan Politeknik Statistika STIS dengan 2.675 pelamar.
Syarat Pendaftaran
Setiap sekolah kedinasan memiliki persyaratan yang berbeda-beda. Namun, secara umum calon peserta harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Persyaratan Umum:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada 1 Januari 2026, atau minimal 17 tahun dan maksimal 21 tahun pada awal pendaftaran (18 Agustus 2026)
PKN STAN:
PKN STAN membuka pendaftaran mulai 23 hingga 30 Agustus 2026 dengan kuota 1.000 mahasiswa, terdiri dari 700 untuk jenjang Sarjana Terapan dan 300 untuk jenjang Diploma Tiga. Persyaratan khusus PKN STAN antara lain:
- Lulusan SMA/sederajat di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kementerian Agama
- Nilai Bahasa Inggris dan Matematika masing-masing minimal 80,00 dari 100,00 (bukan hasil pembulatan)
- Berusia 14–22 tahun per 23 November 2026
Kementerian Perhubungan:
Sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan menerima lulusan SMK, SMA, MA, MAK, dan sederajat.
Nilai rata-rata ujian dalam transkrip harus minimal 7 pada skala 1–10, 70 pada skala 10–100, atau 2,8 pada skala 1–4.
Politeknik Pengayoman Indonesia (Kementerian Hukum):
Menerima lulusan SMA, MA, SMK, dan MAK dari semua jurusan dengan nilai Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika minimal 70 pada skala 100.
Politeknik Statistika STIS (BPS):
Menerima lulusan SMA, MA, SMK, dan MAK dari semua jurusan. Untuk jalur umum, nilai Matematika dan Bahasa Inggris minimal 80; untuk jalur afirmasi, nilai minimal 70.
Politeknik Siber dan Sandi Negara (BSSN):
Kesempatan bagi lulusan SMK lebih spesifik, hanya dari bidang Teknik Elektronika dan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan jurusan tertentu.
Cara Pendaftaran
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal resmi yang disediakan BKN:
- Portal pendaftaran: https://sscasn.bkn.go.id/
- Portal informasi sekolah kedinasan: https://dikdin.bkn.go.id
Langkah-langkah pendaftaran:
- Calon peserta membuat akun SSCASN menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK)
- Mencetak Kartu Informasi Akun
- Melengkapi data dan mengunggah dokumen persyaratan
- Melakukan submit pendaftaran
Beberapa sekolah kedinasan mewajibkan pembuatan surat lamaran bermeterai Rp10.000, baik fisik maupun elektronik (e-meterai).
Catatan Penting
Perlu diketahui bahwa kelulusan dari sekolah kedinasan tidak dapat diartikan sebagai jaminan otomatis menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Lulusan pada program tertentu memiliki peluang untuk diangkat sebagai CPNS sesuai dengan kebutuhan, ketentuan, dan formasi yang berlaku pada saat itu.
Daftar Lengkap Sekolah Kedinasan 2026
Berikut daftar lengkap 30 sekolah kedinasan yang membuka penerimaan tahun 2026 di bawah sembilan kementerian dan lembaga pemerintah:
A. Kementerian Perhubungan (22 sekolah kedinasan)
- Politeknik Transportasi Darat Indonesia – STTD (Bekasi)
- Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun
- Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal
- Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang
- Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali
- Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya
- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
- Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara
- Politeknik Pelayaran Jayapura
- Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
- Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Surabaya
- Politeknik Penerbangan Palembang
- Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi
B. Kementerian Dalam Negeri
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
C. Kementerian Keuangan
- Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)
D. Badan Pusat Statistik (BPS)
- Politeknik Statistika STIS
E. Badan Intelijen Negara (BIN)
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
F. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
- Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)
G. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
- Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)
H. Kementerian Hukum
- Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin)
I. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas)
Dengan tersedianya 4.770 formasi di sembilan instansi dan 30 pilihan sekolah kedinasan, pemerintah membuka peluang luas bagi lulusan SMA, MA, SMK, dan sederajat untuk menempuh pendidikan sekaligus mempersiapkan karier di instansi pemerintah.
Bagi calon peserta yang belum mendaftar, pendaftaran masih dibuka hingga 30 Agustus 2026.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui portal SSCASN BKN dan kanal komunikasi resmi masing-masing instansi penyelenggara. (ak/*)



