Padang, Sumbarpro – Nama Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, mulai mencuat dalam bursa pemilihan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2027-2031.
Meski namanya mulai disebut-sebut, politisi Partai Gerindra itu mengaku belum mengambil keputusan final dan masih menunggu sejumlah perkembangan.
Termasuk apakah Ketua Umum PSSI saat ini, Erick Thohir, akan kembali maju dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 2027.
Sinyal dari Sang Presiden Klub
Andre Rosiade yang saat ini menjabat sebagai Presiden Semen Padang FC sekaligus Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, mulai membuka peluang untuk mengambil peran lebih besar di tubuh PSSI.

Namun, ia menyatakan bahwa untuk saat ini dirinya lebih siap jika maju sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) atau Wakil Ketua Umum PSSI, bukan sebagai ketua umum.
“Ya saya, kalau sekadar maju Exco atau Wakil Ketum, insyaallah saya maju. Tapi untuk Ketum saya tunggu restu bos dulu lah,” ujar Andre saat ditemui awak media dalam acara peluncuran tim Semen Padang untuk musim 2026/2027 di Alam Sutera, Tangerang, Selasa (25/8/2026).
Andre enggan merinci siapa sosok ‘bos’ yang dimaksudnya.
Namun, ia menegaskan bahwa keputusannya untuk maju sebagai calon ketua umum akan sangat bergantung pada langkah Erick Thohir ke depan.
“Karena kami lihat perkembangan PSSI dulu. Apakah Pak Erick mau maju lagi atau tidak, gitu. Ya kalau memang Pak Erick di akhir tahun ini berprestasi dan ingin maju lagi, mungkin saya bisa jadi Wakil Ketumnya, atau bisa jadi Exco-nya,” tambahnya.
Fokus Semen Padang FC dan Sepak Bola Sumbar
Di tengah spekulasi mengenai masa depannya di PSSI, Andre menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini bukanlah menduduki jabatan di federasi sepak bola nasional.
Ia memilih fokus membangun ekosistem sepak bola di daerah asalnya, Sumatera Barat, serta membawa Semen Padang kembali ke kasta tertinggi.
“Fokus saya sekarang bagaimana bisa pertama membangun sepak bola di Sumatera Barat, yang kedua mengembalikan Semen Padang ke Liga 1. Itu dulu. Urusan PSSI masih lama, masih jauh,” ujarnya.
Sebagai presiden klub, target jangka pendek Andre adalah membawa tim berjuluk Kabau Sirah tersebut menjuarai Liga 2 atau Championship musim ini agar bisa promosi ke Liga 1.
Semen Padang yang tergabung di Grup A (wilayah barat) dijadwalkan memulai kompetisi Championship pada 13 September 2026 menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Haji Dimurthala, Banda Aceh.
“Ya belum tahu, nanti kita tunggu Juli 2027, yang penting Semen Padang juara Liga 2 (Championship) dulu lah,” kata Andre sembari tertawa saat disinggung soal kansnya maju di bursa pencalonan pimpinan PSSI.
Profil Andre Rosiade
Andre Rosiade merupakan figur yang tidak asing di dunia politik dan sepak bola nasional.
Lahir di Padang, Sumatera Barat, pada 7 November 1978, ia adalah pengusaha manufaktur dan politikus Partai Gerindra yang menjabat sebagai anggota DPR RI sejak 2019 dari daerah pemilihan Sumatera Barat I.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Gerindra.
Andre menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (1997-2002) dan pernah menjadi Presiden Mahasiswa BEM Universitas Trisakti periode 2000-2001 serta Ketua KAMMI Jakarta Barat pada periode yang sama.
Dalam Pemilu 2019, Andre meraih 133.994 suara dan terpilih sebagai anggota DPR RI.
Ia juga merupakan juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 dan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran untuk Sumatera Barat pada Pilpres 2024.
Di dunia sepak bola, Andre telah menjadi bagian dari Semen Padang FC sejak 20 tahun lalu.
Sebelumnya ia pernah mendaftarkan diri sebagai calon Wakil Ketua Umum PSSI pada Kongres Luar Biasa Februari 2023.
Ia juga baru saja mencalonkan diri sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatera Barat.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Sumatera Barat saat ini dijabat oleh Haji Indra Dt. Rajo Lelo.
Pemilihan ketua definitif dijadwalkan pada Oktober–November 2026 di mana Andre Rosiade menjadi salah satu kandidat kuat yang telah mendaftarkan diri.
Pemilihan Ketum PSSI 2027
Masa jabatan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI saat ini akan berakhir pada Juli 2027.
Artinya, kurang dari satu tahun lagi, PSSI akan kembali menggelar pemilihan untuk menentukan sosok yang memimpin federasi sepak bola Indonesia dalam periode berikutnya.
Kongres Biasa PSSI 2026 yang digelar pada awal Agustus lalu telah memutuskan penundaan agenda pemilihan ketua umum dari Mei 2027 menjadi Juli 2027.
Penundaan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan sejumlah agenda, termasuk berakhirnya kompetisi di tanah air pada Mei 2027 serta pemilihan PSSI provinsi yang akan digelar serentak pada Oktober dan November mendatang.
Erick Thohir sendiri belum memastikan apakah akan kembali mencalonkan diri untuk periode kedua.
Ia menyatakan akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah dan FIFA sebelum mengambil keputusan.
Selain nama Andre Rosiade, sejumlah nama lain seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Dudung Abdurachman juga disebut-sebut berpotensi ikut bersaing dalam Kongres PSSI 2027.
Menjelang pemilihan ketua umum PSSI 2027, Andre Rosiade dan Erick Thohir diketahui memiliki hubungan yang cukup dekat.
Andre pernah mendapat restu dari Erick Thohir saat maju sebagai calon Ketua Asprov PSSI Sumatera Barat.
Erick Thohir juga pernah memuji Andre sebagai tokoh yang peduli terhadap pembinaan sepak bola usia dini.
Namun, Andre menegaskan bahwa segala keputusan terkait pencalonannya di PSSI akan sangat bergantung pada arah dan prestasi Erick Thohir di akhir masa jabatannya.
Saat ini, ia masih akan mempertimbangkan banyak hal, termasuk melihat perkembangan kepemimpinan PSSI ke depan.
“Tentu dengan periode Pak Erick yang akan berakhir, di mana pemilihannya kalau tidak salah di Juli ya? Juli 2027. Tentu harapan kita sebelum Pak Erick selesai di periode ini, beliau bisa memberikan gelar kepada Indonesia,” ujar Andre.
Dengan waktu yang masih tersisa hingga Juli 2027, dinamika bursa calon Ketua Umum PSSI dipastikan akan terus berkembang.
Apakah Andre Rosiade akan benar-benar maju sebagai calon ketua umum atau memilih posisi di bawah Erick Thohir jika petahana tersebut kembali maju, masih menjadi tanda tanya besar yang hanya waktu yang bisa menjawab. (ak/*)



