PADANG, Sumbarpro — Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pertanian mengusulkan alokasi anggaran pemulihan lahan persawahan seluas 34,5 hektare kepada Kementerian Pertanian.
Langkah tersebut disiapkan untuk menangani 30,5 hektare lahan pertanian yang kembali tertimbun material sedimen akibat banjir susulan pada September dan Oktober 2026.
Puluhan hektare sawah tersebut sebelumnya sempat direhabilitasi pascabencana banjir besar akhir 2025 yang melanda 102 hektare lahan.
Namun, area persawahan yang sudah kembali diolah dan ditanami petani tersebut mendadak rusak akibat terendam luapan air sungai.
Guna menunjang pemulihan fisik lahan, Dinas Pertanian Kota Padang berkoordinasi dengan Dinas PUPR yang saat ini fokus memperbaiki alur sungai serta intake saluran air menuju sawah.
Pendataan juga dilakukan langsung kepada kelompok tani agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani menyampaikan pelaksanaan rehabilitasi lahan akan dikerjakan usai penanganan infrastruktur sungai oleh Dinas PUPR selesai.
“Kita menunggu pengerjaan PUPR selesai dulu baru nanti lahan-lahan sawah yang tertimbun ini akan kita lakukan lagi rehabilitasi, dan ini sudah kami usulkan kembali ke Kementerian Pertanian untuk melakukan rehabilitasi lahan sawah seluas 34,5 hektar yang tertimbun kembali setelah direhabilitasi,” ujar Yoice Yuliani, Selasa (3/11/2026).
Ia berharap pengusulan ini dapat terealisasi pada anggaran tahun 2027 mendatang. (ak/*)
