Pemko Padang dan Dinas Kehutanan Sumbar Tata 159 Hektare Kawasan Hutan

Redaksi
A+A-
Reset
penataan kawasan hutan padang, fadly amran, ferdinal asmin, dinas kehutanan sumbar, tahura bung hatta

PADANG, Sumbarpro — Pemerintah Kota Padang bersama Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat menyepakati penataan dan pengelolaan kawasan hutan seluas 159 hektare.

Penataan yang menggunakan mekanisme Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan tersebut difokuskan untuk memulihkan lahan kritis, menata permukiman warga, serta menekan risiko bencana hidrometeorologi.

Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Padang Fadly Amran dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar Ferdinal Asmin di Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (2/11/2026).

Pertemuan tersebut diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, Kepala Dinas Pertanian Yoice Yuliani, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, serta Kabag Tata Pemerintahan Rina Melati.

Selain penataan kawasan hutan, kedua pihak menyoroti keberadaan fasilitas umum, fasilitas sosial, dan persawahan warga yang berada di dalam kawasan hutan, termasuk pengembangan Taman Hutan Raya Bung Hatta.

Wali Kota Padang, Fadly Amran menyampaikan bahwa kondisi geografis Padang yang didominasi perbukitan membutuhkan perhatian khusus di wilayah hulu sebagai daerah resapan air.

“Pengelolaan kawasan hutan harus diperkuat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui perhutanan sosial. Kami mengapresiasi dukungan Dinas Kehutanan Sumbar dalam menjaga kelestarian hutan dan mendukung upaya penanganan bencana di Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar, Ferdinal Asmin memaparkan bahwa pihaknya telah merehabilitasi 20 hektare lahan terdampak bencana di Balai Gadang, menanam 24.000 bibit di lahan seluas 55 hektare, serta memulihkan mata air Puncak Limau Manis seluas 50 hektare dengan 22.000 pohon.

Pihaknya juga mengembangkan kebun bibit rakyat 25 hektare di Sikayan Balumuik, mendirikan sembilan bangunan konservasi tanah dan air, serta membagikan 2.400 bibit produktif.

“Kita berharap masyarakat di sekitar maupun di dalam kawasan hutan turut menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman berbagai jenis tanaman dengan sistem agroforestri. Kearifan lokal masyarakat diharapkan mampu menjaga tutupan lahan, mempertahankan fungsi ekologis hutan, dan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi,” terang Ferdinal Asmin. (ak/*)

Servis Kursi dan Sofa di Kota Padang - Pasang Iklan dan Artikel di SUMBARPRO media online portal berita dan informasi terkini hubungi WhatsApp 081275690690